Langsung ke konten utama

Open My Mind

Setiap orang memiliki sisi pemikiran yang berbeda. Jangan merasa menjadi yang paling benar. Harusnya kita tau mana yang terbaik, dan ini mungkin jalan terbaik dan paling tepat. Sebelum mengetahui sejauh mana baikmu, kamu harus memposisikan dirimu pada orang yang kau anggap salah. Sudah kah kau berlaku baik slama ini? Sudah kah kau akui kesalahan-kesalahan kecilmu? Harusnya kita semua berkaca pada diri sendir, bukan berusaha menggurui orang lain. Sudah kah kita menjadi orang yg terbaik untuk orang yg kita sayangi?

Kejadian kemarin adalah pelajaran berharga. Kau begitu banyak mengambil hikmah atas semuanya. Kau akan tau mana yang tulus mencintaimu, atau bahkan hanya sesaat. Kau akan tau mana yang bisa dipercaya, mana yang ingkar, kau akan tau mana yang setia dan mana yang bukan. Kau akan menyadari semuanya. Seperti kata pepatah, "Doa itu akan terjawab seiring berjalannya waktu". Ingat kah kau pernah berdoa pada Pemilik Jagad Raya ini tentang jodoh ? Ingatkah obrolan kau dengan Sang Pencipta setiap malamnya? Ingatkah air mata yang kau tumpahkan ketika kegalauan merajai hati kecilmu? Ingatkah nafas yang terasa begitu sesak didada dan kau masih berjuang sendirian? Sudah ingat? Apakah kau ingat sosok Ibu yang menjadi panutanmu menatapmu penuh tanda tanya? Apa kau ingat sosok Ayahmu yang begitu bijak bahkan sampai hadir dalam mimpimu? Apa kau ingat adikmu yang mungil namun berhati emas? Apa kau ingat sahabat-sahabat yang mendukungmu kala engkau terpuruk?

Jangan pernah menyerah hanya karna tersakiti. Banyak orang yang membutuhkan senyummu. Ketika seseorang pergi dari hidupmu, hidup tidak berhenti hanya sampai disini. Kita harus tetap melangkah. Berat memang awalnya. Apalagi menyaksikan sendiri kemesraan mereka dihadapanmu. Tapi itu akan menguatkanmu. Percayalah! Kamu bisa mengerjakan Tugas Akhir pada situasi sesulit ini. Kamu hebat ndut. Ini semua karna keikhlasan dan ketawakkalanmu pada Rabbmu. Teruslah seperti ini. Jangan pernah menangis lagi untuk seseorang yg hadir hanya untuk pergi lagi. Banyak yg harus kau fokuskan. Sayangi mereka yg menyayangimu.. Setidaknya disisa hidupmu kamu dapat berguna bagi orang lain. Setidaknya disisa waktumu yg semakin dekat kamu dapat membahagiakan mereka. Biarlah rasa sakit ini terkubur bersama waktu yg berlalu dan terkikis bersama air mata yg mengering. Tuhan Tau mana yg terbaik untuk hamba-Nya dan percayalah saat waktumu tiba nanti, semua akan terasa begitu menakjubkan. Aku penasaran bagaimana aku akan dikenang nanti :) 

Saat ini berjanjilah pada dirimu sendiri, bahwa keyakinan mu hanya untuk 1 kata. Allah. 

~dari Hati Kecil Si Peri Kecil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...