Hari pertama dijogja kami habiskan dengan kurang maksimal dikarenakan cuaca yang kurang menentu. Kami pun pulang kerumah bulek untuk memaksimalkan hari esok. Kami pulang bersama lebatnya hujanyang mengaburkan jarak pandang kami. Sepertinya mata kami lelah. Tapi aku tak membiarkan sekejap pun mata ini memalingkan pandangan ke luar jendela. Meski hujan, bagiku jogja tetap anggun dengan pesonanya. Masya Allah, teduh dan indah menurutku. Sesampainya ditempat peristirahatan sementara (pom bensin) kami putuskan untuk sholat sambil meneduh sementara. Saatnya perjalanan harus berlanjut. Kami pun kembali kenobil tang masih setia dikemudikan oleh pak Yen. Terima kasih pak untuk kesabarannya menghadapi tingkah kekanak kanakan kami. Hahaa.. ditengah perjalanan gak jauh dari pom bensin tiba tiba ka aga mengagetkan. Diateringat sesuatu dan langsung tercetus "sepatunya ketinggalan" kami pikir ketinggalan di pom, kalaupun iya, tinggal putar arah sebentar. Tapi dia tiba tiba bilang dengan p...
Untuk cahaya senja yang merona jingga diujung pergantian hari, mata ini cukup menjadi saksi betapa besarnya kuasa Illahi..