Hari pertama dijogja kami habiskan dengan kurang maksimal dikarenakan cuaca yang kurang menentu. Kami pun pulang kerumah bulek untuk memaksimalkan hari esok. Kami pulang bersama lebatnya hujanyang mengaburkan jarak pandang kami. Sepertinya mata kami lelah. Tapi aku tak membiarkan sekejap pun mata ini memalingkan pandangan ke luar jendela. Meski hujan, bagiku jogja tetap anggun dengan pesonanya. Masya Allah, teduh dan indah menurutku.
Sesampainya ditempat peristirahatan sementara (pom bensin) kami putuskan untuk sholat sambil meneduh sementara. Saatnya perjalanan harus berlanjut. Kami pun kembali kenobil tang masih setia dikemudikan oleh pak Yen. Terima kasih pak untuk kesabarannya menghadapi tingkah kekanak kanakan kami. Hahaa.. ditengah perjalanan gak jauh dari pom bensin tiba tiba ka aga mengagetkan. Diateringat sesuatu dan langsung tercetus "sepatunya ketinggalan" kami pikir ketinggalan di pom, kalaupun iya, tinggal putar arah sebentar. Tapi dia tiba tiba bilang dengan polosnya "ketinggalan di gunung" .. kami gak bisa berbuat apa-apa.. lagi lagi ka aga meninggalkan barangnya :|
Kalaupun mau kita ambil kesana, itu akan buang bunag waktu. Secara jarak nya lumayan jau. Kita pun sudah mau sampai ke tempat bulek. Yasudahlah.. iklaskan aja yaa kak :)) Lain kali lebih teliti lagi sama sekitar. Sepanjang jalan aku smsan sama bulek. Nanyain jalan. Maklum kalo soal lokasi dan route jalan aku emang gak bisa diandalkan. Dibilang orang jogja ya bukan. Dibilang bukan orang jogja aku yaa orang jogja. Disini alhasil aku nelpon bulek untuk ngomong langsung sama pak Yen biar dia yang ngarahin. Nah ini yang bikin aku malau.. haha. Tiap tikungan pak yrn nanya.. kita kanan apa kiri yaa ? Dan gue hanya bisa senyum smbil menelaah marka jalan. :))
Sampai dijalanan yang udah aku kuasai baru aku dengan pede menjawab dan mengarahkan. Hahaha.. sampai juga kami dirumah sederhana namun menyimpan kehangatan sekaligus keteduhan. Tepat saat adzan maghrib berkumandang kami disambut sepasang suami istri di depan teras rumah. Merekalah bilek dan paklek ku tersayang. Aku kerap menyapa mereka dengan sebutan lek kis dan lek santoso. Lek Kis adalah adik bungsu ibu. Keluarga mereka sudah dikaruniai 2 orang anak yang ganteng ganteng. Yap. Mereka sepupuku, rizki eka anggita dan angga saputra. Biasanya memang kalau aku pulang kejogja, dengan merekalah aku biasa bermain dan jalan-jalan. :)) senangnya dapat berjumpa lagi dengan kalian.
Ngobrol ini itu dengan yang lain dan bulek paklek.. aku memutuskan membereskan tas-tas dan tempat tidur teman-teman. Semoga mereka betah. Hehe.
Sambil ngobrol sambil mencicipi rambutan yang baru dipetik dari pohon. Satu persatu dari kami bergiliran untuk mengambil wudhu dan sholat berjamaah. Pasca sholay berjamaah kami pun bergiliran mandi dan mencuci. Hihi. Suasana disini sangat pedesaan sekali. Jadi airnya sangat segar untuk mandi. Setelah memastikan mereka semua sudah mandi, makan dan sudah siap untuk tidur, aku memuruskan untuk main kerumah si mbah tang letaknya tidak jauh ke arah utara rumahnya bulek. Aku trntu tidak sendirian. Karena untuk kalian ketahui? Suasana disini masih pedesaan sekali. Masih dikelilingi sawah dan jarak anntar rumah lumayan berjauhan. Aku ditemani sepupuku Rizki dengan mengayuh sepeda. Dengan 2 sepeda tentunya. Meskipun agak gerimis, aku terus menerjang. Sepertinya tak sampai 5 menit kami sudah sampai. Aku disambut mbah yang saat itu sedang menonton tv bersama keluarga lek Ato (adik ibu yang kedua). Sekedar informasi, ibuku adalah anak pertama dari 5 bersaudara.
Melepas rindu bersama mbah ku sekaligua melihat suasana rumah yang baru direnovasi, sekitar setengah jam berselang waktu menunjukkan pukul 21.30 . Aku memutuskan untuk pulang. Dan tak disangka gerimisnya semakin deras. Aku dengan rizki mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi. Lumayan dingin keluar tanpa jaket dimalam hari. Hehehe. Saat sampai didepan rumah, kebiasaan rizki adalah berteriak-teriak minta dibukakan pintu. :D Saat aku menggotong sepeda masuk ke rumah, aku melihat teman-teman masih asyik mengobrol sama bulek. Aku yang sedikit basah kegerimisan pun bertanya "lah kok gak pada tidur? Besok kan kita mau lanjut jalan-jalan.." dan bulek pun mengambil sura "iku lho nung malah podo nglintingi sayur" maksudnya teman-teman malah pada bantuin bulek mengikat dan menimbang sayur untuk jualan besok. Jadi bulek ku berjualan sayuran dipasar demangan. Biasanya kalau aku sekeluarga pulang kampung saat ramadhan, sore hari menjelang maghrib aku membantu mengikat sayur. Sampai adzan tiba akhirnya kami sholat tarawih. Sepulang dr masjid kami melanjutkan kembali mengikat sayur. Aku suka moment itu karena semua keluarga berkumpul saat itu untuk saling bantu. Ditengah tenengahnya selalu ada perbincangan menarik. Selain itu dilaman juga sepupuku yang lain biasa menyalakan kembang api atau petasan dan melakukan permainan lainnya. Biasanya dulu aku kalau lagi malas bantu si mbah mengikat sayur aku paling suka menatap bintang dilangit sambil jalan-jalan dipematang sawah. Melihat kunang-kunang yang seolah ingin ditangkap. Hehe.. malah nostalgia wakyu kecil.
Jadi sementara ka adhan dan ka amel sudah asyik terlelap ditempatnya masing-masing, ka aga, mas anto dan mba asih malah sedang mengobrol dengn yg lain. Aku yang baru bergabung pun ikut menyambung pembicaraan. Pembicaraannya apa lagi kalau bukan masa kecil ku di disini. Hehe. sudah hampir jam 11 dan akupum memaksa mereka tidur sekarang juga. Akhirnya mereka beranjak ke kamar masing masing. Kamar yang disediakan bulek ada 2. Untuk laki2 dan perempuan. Dan usai sudah ceritahari ini. Alhamdulillah. Terima kasih Gusti Allah yang sudah mencurahkan rahmat dan nikmatnya kepada kami. Ready for tomorrow guys !! ;)
Sesampainya ditempat peristirahatan sementara (pom bensin) kami putuskan untuk sholat sambil meneduh sementara. Saatnya perjalanan harus berlanjut. Kami pun kembali kenobil tang masih setia dikemudikan oleh pak Yen. Terima kasih pak untuk kesabarannya menghadapi tingkah kekanak kanakan kami. Hahaa.. ditengah perjalanan gak jauh dari pom bensin tiba tiba ka aga mengagetkan. Diateringat sesuatu dan langsung tercetus "sepatunya ketinggalan" kami pikir ketinggalan di pom, kalaupun iya, tinggal putar arah sebentar. Tapi dia tiba tiba bilang dengan polosnya "ketinggalan di gunung" .. kami gak bisa berbuat apa-apa.. lagi lagi ka aga meninggalkan barangnya :|
Kalaupun mau kita ambil kesana, itu akan buang bunag waktu. Secara jarak nya lumayan jau. Kita pun sudah mau sampai ke tempat bulek. Yasudahlah.. iklaskan aja yaa kak :)) Lain kali lebih teliti lagi sama sekitar. Sepanjang jalan aku smsan sama bulek. Nanyain jalan. Maklum kalo soal lokasi dan route jalan aku emang gak bisa diandalkan. Dibilang orang jogja ya bukan. Dibilang bukan orang jogja aku yaa orang jogja. Disini alhasil aku nelpon bulek untuk ngomong langsung sama pak Yen biar dia yang ngarahin. Nah ini yang bikin aku malau.. haha. Tiap tikungan pak yrn nanya.. kita kanan apa kiri yaa ? Dan gue hanya bisa senyum smbil menelaah marka jalan. :))
Sampai dijalanan yang udah aku kuasai baru aku dengan pede menjawab dan mengarahkan. Hahaha.. sampai juga kami dirumah sederhana namun menyimpan kehangatan sekaligus keteduhan. Tepat saat adzan maghrib berkumandang kami disambut sepasang suami istri di depan teras rumah. Merekalah bilek dan paklek ku tersayang. Aku kerap menyapa mereka dengan sebutan lek kis dan lek santoso. Lek Kis adalah adik bungsu ibu. Keluarga mereka sudah dikaruniai 2 orang anak yang ganteng ganteng. Yap. Mereka sepupuku, rizki eka anggita dan angga saputra. Biasanya memang kalau aku pulang kejogja, dengan merekalah aku biasa bermain dan jalan-jalan. :)) senangnya dapat berjumpa lagi dengan kalian.
Ngobrol ini itu dengan yang lain dan bulek paklek.. aku memutuskan membereskan tas-tas dan tempat tidur teman-teman. Semoga mereka betah. Hehe.
Sambil ngobrol sambil mencicipi rambutan yang baru dipetik dari pohon. Satu persatu dari kami bergiliran untuk mengambil wudhu dan sholat berjamaah. Pasca sholay berjamaah kami pun bergiliran mandi dan mencuci. Hihi. Suasana disini sangat pedesaan sekali. Jadi airnya sangat segar untuk mandi. Setelah memastikan mereka semua sudah mandi, makan dan sudah siap untuk tidur, aku memuruskan untuk main kerumah si mbah tang letaknya tidak jauh ke arah utara rumahnya bulek. Aku trntu tidak sendirian. Karena untuk kalian ketahui? Suasana disini masih pedesaan sekali. Masih dikelilingi sawah dan jarak anntar rumah lumayan berjauhan. Aku ditemani sepupuku Rizki dengan mengayuh sepeda. Dengan 2 sepeda tentunya. Meskipun agak gerimis, aku terus menerjang. Sepertinya tak sampai 5 menit kami sudah sampai. Aku disambut mbah yang saat itu sedang menonton tv bersama keluarga lek Ato (adik ibu yang kedua). Sekedar informasi, ibuku adalah anak pertama dari 5 bersaudara.
Melepas rindu bersama mbah ku sekaligua melihat suasana rumah yang baru direnovasi, sekitar setengah jam berselang waktu menunjukkan pukul 21.30 . Aku memutuskan untuk pulang. Dan tak disangka gerimisnya semakin deras. Aku dengan rizki mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi. Lumayan dingin keluar tanpa jaket dimalam hari. Hehehe. Saat sampai didepan rumah, kebiasaan rizki adalah berteriak-teriak minta dibukakan pintu. :D Saat aku menggotong sepeda masuk ke rumah, aku melihat teman-teman masih asyik mengobrol sama bulek. Aku yang sedikit basah kegerimisan pun bertanya "lah kok gak pada tidur? Besok kan kita mau lanjut jalan-jalan.." dan bulek pun mengambil sura "iku lho nung malah podo nglintingi sayur" maksudnya teman-teman malah pada bantuin bulek mengikat dan menimbang sayur untuk jualan besok. Jadi bulek ku berjualan sayuran dipasar demangan. Biasanya kalau aku sekeluarga pulang kampung saat ramadhan, sore hari menjelang maghrib aku membantu mengikat sayur. Sampai adzan tiba akhirnya kami sholat tarawih. Sepulang dr masjid kami melanjutkan kembali mengikat sayur. Aku suka moment itu karena semua keluarga berkumpul saat itu untuk saling bantu. Ditengah tenengahnya selalu ada perbincangan menarik. Selain itu dilaman juga sepupuku yang lain biasa menyalakan kembang api atau petasan dan melakukan permainan lainnya. Biasanya dulu aku kalau lagi malas bantu si mbah mengikat sayur aku paling suka menatap bintang dilangit sambil jalan-jalan dipematang sawah. Melihat kunang-kunang yang seolah ingin ditangkap. Hehe.. malah nostalgia wakyu kecil.
Jadi sementara ka adhan dan ka amel sudah asyik terlelap ditempatnya masing-masing, ka aga, mas anto dan mba asih malah sedang mengobrol dengn yg lain. Aku yang baru bergabung pun ikut menyambung pembicaraan. Pembicaraannya apa lagi kalau bukan masa kecil ku di disini. Hehe. sudah hampir jam 11 dan akupum memaksa mereka tidur sekarang juga. Akhirnya mereka beranjak ke kamar masing masing. Kamar yang disediakan bulek ada 2. Untuk laki2 dan perempuan. Dan usai sudah ceritahari ini. Alhamdulillah. Terima kasih Gusti Allah yang sudah mencurahkan rahmat dan nikmatnya kepada kami. Ready for tomorrow guys !! ;)
Komentar
Posting Komentar