Langsung ke konten utama

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat.

Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup dan akan keluar ketika selesai Ijab Qobul. Setelah selesai penyerahan seserahan, mempelai laki-laki beserta wali dan para saksi duduk didekat mimbar. Acara yang dipandu oleh MC dari Jogja ini sebelumnya dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan oleh pembacaan Hafalan Surah Al-Mulk oleh Mempelai pria sebagai persembahan atas permintaan mempelai wanita. Dalam hal ini, pembacaan suatu surat bukanlah sebagai mahar, melainkan sebagai pengajaran tentang Al-Qur’an serta kandungan didalamnya bagi calon istri. Biasanya surat yang dibacakan mempelai pria dalam pernikahan adalah Surah Ar-rahman. Mahar adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai bentuk ketulusan hati.
Saat mempelai pria membacakan hafalannya, para tamu khusyuk mendengarkan. Suasana hikmad hingga berlanjut ke acara Ijab Qobul. Saat wali dari mempelai wanita dan sang mempelai pria mengucapkan Ijab Qobul. Ketegangan semakin terasa, namun ketika para saksi mengatakan “sah” kelegaan nampak diwajah para tamu. Doa’ pun dikumandangkan dan pada saat inilah ribuan malaikat mengamini do’a. Kemudian beberapa orang panitia yang bertugas mengamankan mempelai wanita menjemput dari ruangan yang tertutup untuk masuk ke masjid di tempat akad berlangsung untuk melakukan penandatanganan dan penyerahan mahar berupa Emas dan Seperangkat Alat Sholat. “Sebaik-baik perempuan adalah yang ringan maharnya, dan sebaik-baik laki-laki adalah yang paling banyak maharnya”.

Setelah proses diatas selesai, ada acara pemutaran Video “Indahnya Jalan Samara” disana juga di mix dengan khutbah nikah dari Ustadz Felix Siauw. 
Video yang dirancang oleh team kajian dari mempelai pria ini sangat menarik, tentang perjalanan seorang pengembara yang melakukan pencarian di tempat-tempat seperti gunung, pantai, sungai, bukit, dll yang bermuara di suatu tempat dan menemukan kotak berisi benda rahasia dan tiba-tiba saja ketika penonton sedang asyik menyaksikan video tersebut, ada sosok pria yang yang datang dari pintu samping sambil mengucapkan salam. Ternyata pria tersebut adalah pria yang ada di dalam video. Sambil mengeluarkan benda yang ada dikotak pada video tadi, yang isinya adalah peta dan Al-Qur’an. Maksudnya adalah pernikahan harusnya memiliki tujuan dan arah, nah semuanya ada dibuku panduan umat manusia, yaitu Al-Qur’an. Harapannya adalah mempelai pria dapat menjadi pemimpin dan pemandu bagi istrinya kelak dengan megamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Aamiin.


Berbeda dengan pernihakan lainnya, sungguh ini merupakan pernikahan yang sangat mengandung banyak pembelajaran bagi semua yang hadir. Setelah acara do’a dari para ustadz, maka panitia sudah harus meninggalkan masjid dan menuju aula masjid untuk acara walimah. Panitia bersiap di posisi dan tugas yang sudah dibagikan. Walimatul ‘Ursy yang syar’i ini adalah terdapat infishol tam (pembatas/sekat) antara tempat undangan ikhwan dan akhwat. Seperti ini gambarannya.
Hal ini bertujuan agar menjaga pandangan bagi para tamu yang hadir. Pelaminannya pun di pisah, namun jika ada keluarga yang ingin foto bersama dengan mempelai laki-laki, maka mempelai laki-laki boleh memasuki tempat mempelai wanita, namu tidak berlaku sebaliknya. Karena untuk menjaga pandangan, biasanya pada saat waimah seperti ini mempelai wanita akan berdandan, dan yang sebaiknya saat tabarruj seperti itu tidak ada laki-laki lsin selain mahramnya yang melihatnya. Karena acara ini baik dan buruknya menjadi tanggung jawab dari kedua mempelai selaku penyelenggara. Pernikahan adalah jalan yang mulia, jadi cara menempuhnya, pelaksanaannya hingga proses menjalaninya harus berdasarkan syariat dan jalan yang Allah cintai. Semoga bermanfaat. Salam Ukhuwah J


Komentar

  1. Team Opatgo.com
    kumpulan situs judi online via pulsa
    Sportsbook,Poker,Slot,Togel,dll
    Dengan promo terbanyak dan terbesar
    Menyediakan keunggulana deposit via pulsa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)