Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 28, 2014

Dewi Pembawa Kabar Baik

Saat aku terluka ia selalu ada, bahkan ia selalu menyediakan pundaknya untuk aku bersandar dan melepas kesedihan selama beberapa menit. Disaat itu dia diam. Dia membiarkanku berkecamuk dengan rasa sakitku. Ia hanya mengusap lembut kepalaku. Hingga beberapa saat aku makin menjadi-jadi. Aku terus bergulat dengan perasaanku. Rasa bersalah. Aku amat merasa bersalah. Aku begitu menyalahkan diriku sendiri. Kemana aku selama ini ? bahkan ketika dia selalu sigap disampingku untuk meringankan bebanku. Kemana aku selama ini saat dia sendirian dirundung kegalauan. Kemana aku selama ini yang jarang ada disampingnya untuk sekedar membalasnya memberikan pundakku. Menggenggam erat jemarinya yang lemah ketika tak satupun orang mendengarkan pendapatnya. Dimana aku? Argh. Mungkin aku adalah orang yang tak tahu berterima kasih. Atau aku adalah orang yang tidak peka. Aku kembali menjadi sosok diriku yang dulu. Tidak peka. Kenapa ini terjadi. Kenapa aku harus melakukannya pada orang yang telah menyaya...