Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Entah

Siap mencintai, harus siap pula untuk tersakiti. Kata-kata ini pasti sering kita dengar. Entah di sinetron, film, ftv, novel ataupun dimanapun yang berhubungan dengan cinta. Itu ibaratnya adalah sebuah konsekuensi. Karena mencintai dan menyakiti itu sebenarnya amat dekat. Bersebelahan. Dan jika kau salah memposisikannya kau akan berada dipihak yang dibilang ‘menyakiti’ itu tadi. Lain lagi kisahnya, dulu aku pernah mendengar seseorang mengatakan padaku “Berani mencintai namun takut untuk dicintai”. Jujur aku tidak mengerti maksudnya. Aku bertanya pada seseorang itu, apa maksud dari kata-kata itu. Bagaimana mungkin ada seseorang yang takut untuk dicintai sementara dia sendiri berani mencintai?. Dia menjelaskan padaku mengenai satu hal. Bahwa mencintai itu tidak selamanya berbalas dicintai. Hal yang ia takutkan adalah dicintai ketika ia belum layak untuk dicintai. Belum layak dan bahkan belum siap untuk sesuatu yang lebih jauh lagi. Aku bertanya lagi layaknya gadis kecil yang minta dia...

Penyampai Sbuah Pesan

Boleh kan, aku jadi penyampai pesan seseorang? Seseorang yang tidak pernah menganggap penilaian manusia itu hal yang penting. Seseorang yang bahkan tidak pernah menganggap penilaian orang yang disayanginya itu sesuatu yang perlu ditanggapi dan dibela. Ya, anggap saja aku yang kini menulis adalah orang itu. Aku hanya mencoba menyampaikan isi hatinya. Menyampaikan rasa yang terpaksa meng-iya-kan sluruh tudingan yang ada padaku. Bukan hal yang tabu lagi kurasa jika seseorang yang dulunya begitu saling menyayangi, berubah menjadi begitu tak peduli. Itu bukan jenuh, bahkan sampai karena adanya orang ketiga. Tidak untuk hubungan yang bgitu manis ini. Tidak seperti yang kau bayangkan. Justru aku tidak mengenal lagi sosokmu yang dulu, sosok yang berjuang, berprestasi, bersemangat, karna smangat itulah yang selalu menjadi penguat hubungan kita dulu. Komitmen kita, cita-cita yang dulu berkibar entah mengapa kini menjelma menjadi keputusasaan. Ya kamu yang ku kenal kini berubah menjadi sos...

Me & Whatever Will Be, Will Be

Hanya satu kata yang mungkin bisa aku berikan untuk kamu yang begitu sempurna membuatku tersenyum kembali.. "Terima Kasih" Maaf, karena hanya kata itulah yang bisa aku berikan ..

Me & Someone In This Heart

Wah udah lama nih nggak nulis disini. (Padahal karna belum berani ngepost). Yak saya ini cupu.. Tapi dari kecupuan itu saya banyak belajar. Bahwa nggak smuanya harus kita ungkapkan lewat tulisan. Seperti perasaaan aku ke kamu misalnya #eaa Mulai deh.. Tapi betul itu.. Biarpun hanya bisa mengagumimu dalam diam, dalam do'a, dalam tangis sujudku seperti yang sering kamu nasehatkan, aku kuat. Bukankan yang namanya cinta itu justru menguatkan ? Bukan melemahkan bahkan hingga menyakiti. Kalau sudah sampai dititik itu namanya bukan cinta, tapi nafsu dan ambisi. Naudzubillah.. Jangan sampai merasakan itu. Banyak sudah kisah yang kutulis untukmu, tapi lagi lagi aku hanya mampu menyimpannya di draft. Ditempat lain yang khusus untukmu. Kadang aku membacanya ulang dan entah kenapa bertambah kekagumanku. Ya walaupun saat ini smua diluar kemauan kita, diluar kehendak kita, bahkan kondisinya jauh skali dari apa yg sebelumnya kubayangkan, aku tetap yakin bahwa Sang Pencipta akan memberikan...