Boleh kan, aku jadi
penyampai pesan seseorang? Seseorang yang tidak pernah menganggap penilaian
manusia itu hal yang penting. Seseorang yang bahkan tidak pernah menganggap
penilaian orang yang disayanginya itu sesuatu yang perlu ditanggapi dan dibela.
Ya, anggap saja aku
yang kini menulis adalah orang itu. Aku hanya mencoba menyampaikan isi hatinya.
Menyampaikan rasa yang terpaksa meng-iya-kan sluruh tudingan yang ada padaku.
Bukan hal yang tabu lagi kurasa jika seseorang yang dulunya begitu saling menyayangi,
berubah menjadi begitu tak peduli. Itu bukan jenuh, bahkan sampai karena adanya
orang ketiga. Tidak untuk hubungan yang bgitu manis ini. Tidak seperti yang kau
bayangkan.
Justru aku tidak
mengenal lagi sosokmu yang dulu, sosok yang berjuang, berprestasi, bersemangat,
karna smangat itulah yang selalu menjadi penguat hubungan kita dulu. Komitmen
kita, cita-cita yang dulu berkibar entah mengapa kini menjelma menjadi
keputusasaan. Ya kamu yang ku kenal kini berubah menjadi sosok manusia yang
hilang pengharapan. Sosok manusia yang bahkan kini terlalu mengagungkan aku
dari pada yang lainnya. Dear, bukankan yang berlebihan itu tidak baik? Aku
hanya ingin kita menjadi seperti dulu, masa-masa dimana kita masih sama-sama
malu tuk bertatap, masa-masa dimana kita saling memotivasi untuk menjadi lebih
baik.
Ya, masa-masa
sekolah yang indah itu. Aku harap sgala pemikiran burukmu reda. Aku sungguh
tidak berpikir seperti apa yang kau pikirkan. Sungguh aku hanya ingin menjadi
lebih baik untuk keluargaku, mempertahankan dan memperjuangkan beasiswa ini.
Sungguh hanya ituyang ada dalam otakku untuk saat ini. Keputusanku kemarin
adalah agar kita sama-sama saling introspeksi diri, saling menemukan kembai
celah keputusasaan itu dan menimbunnya dengan bibit semangat baru. Kuharap kita
akan sama-sama memanennya. Disaat yang tepat. Kuharap keputusanku adalah yang
terbaik untuk saat ini. Percayalah, semua ini tidak sperti yang kamu pikirkan.
Percayalah.
Maaf, aku hanya
ingin membela seseorang yang bahkan kelu dan tidak mempu berucap. Seseorang
yang tulus memasrahkan segalanya kepada Tuhan. Aku menjadi jalan tengah di
antara kalian berdua yang jiwanya masih labil. Masih diliputi keegoisan
masing-masing. Tapi percayalah Jodoh dan rencana Allah adalah yang terbaik dan
dihadirkan pada saat yang terbaik pula. Bagaimana mungkin kau ingin mendapatkan
yang terbaik jika tidak diikuti dengan usaha keras? Perjuangkanlah. Berjuang
karena Allah ! J
Atas nama S.M for
M.R.R
Komentar
Posting Komentar