Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...

Jagalah Allah, Niscaya Allah Akan Menjagamu

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalahkepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” “Jagalah Allah, Niscaya Allah Akan Menjagamu” Jagalah -yang harus dijaga disini adalah hak Allah, perintah Allah dan larangan-Nya- adalah k...

Sabar dan Syukur Kala Safar

Buat yang lagi butuh piknik tapi bosan sama suasana jakarta yang cuacanya sangat amat tropis (red:panas) sepertinya Taman Bunga Nusantara - Puncak recomended buat akhwat fillah yang mau backpacker-an sehari. Cukup PP (pulang - pergi) tanpa nginep. Nginep boleh sih, tapi buat yg single belum boleh yaa. Kudu bawa mahrom lho ya. Psstt.. teman perempuan itu bukan termasuk mahrom yang membuat perempuan diperbolehkan melakukan Safar (perjalanan) jauh. Meskipun kita bersama 100 orang perempuan, tetap saja ada kaidah-kaidah dan aturan Safar bagi perempuan. -yang sekali lagi syariat itu Allah buat bukan untuk mengekang, melainkan melindungi. Tugas kita cukup menaatinya. Jika sudah mengetahui, dengar, lalu patuh. Sharing soal perjalanan menuju Taman Bunga Nusantara sedikit ya. 😊 Bagi angkoters seperti aku, aku coba jabarin skema perjalanannya. Tapi buat yang tidak betah lama lama ngangkot atau males naik turun, silakan cari opsi kendaraan pribadi. Aku berdomisili di Jakarta, ja...

Sidang (Lagi)

Inget moment waktu sidang skripsi. Sebelum sidang, saya dapet urutan terakhir (lagi) di kloter ini. Dimana sebelumnya saya sudah pernah sidang juga semasa D3, dan itupun urutan terakhir. Harusnya sih udah gak panik lagi. Tapi apa daya, karena beberapa faktor Jadilah saya mondar mandir panik gak karuan buat ngilangin grogi. Para penguji yang mana adalah bapak wakil dekan dan bapak kaprodi ini yang bikin tegang karena menurut kabar burung (yang entah burung apaan dan terbangnya dari mana 😂) mereka itu killer kalo lagi nguji. Dari jam 7.00-10.00 mondar mandir. Sampe temen bilang “Dede gak capek berdiri terus mondar mandir gitu?” tanya Akmalia, temen seperjuangan dr bimbingan bareng sampe akhirnya sidang bareng. Akhirnya jam 10.25 WIB giliran saya masuk dan presentasi. Tapi pas diruangan saya bingung karena tetiba gak lama setelah saya masuk ada bapak dosen akmen yang tanpa schedule tetiba ikutan nguji. Dengan santai beliau bilang “saya ikutan ya” dalam hat...

Dua Cinta Dalam Satu Hati ?

Tidak ada dua cinta dalam satu hati. Karena itu, pilihlah dalam hatimu ingin mencintai yang mana? Dunia kah? Akhirat kah? Jika kau pilih dunia, maka akan kau dapatkan. Jika kau pilih akhirat, maka dunia adalah laksana bayangan mengikuti kemana tubuh berjalan. Terkadang orang rela menukar kebahagiaan akhirat yg hakiki dengan kebahagiaan dunia yang sangat jauh berbeda. Sesungguhnya dunia dibandingkan akhirat adalah seperti jari yang dicelupkan ke laut. Air yang menetes di jari adalah nikmat dunia. Sedangkan lautan itu adalah akhirat..     —  Isi #RanselHasanah