Langsung ke konten utama

Sidang (Lagi)

Inget moment waktu sidang skripsi. Sebelum sidang, saya dapet urutan terakhir (lagi) di kloter ini. Dimana sebelumnya saya sudah pernah sidang juga semasa D3, dan itupun urutan terakhir. Harusnya sih udah gak panik lagi. Tapi apa daya, karena beberapa faktor Jadilah saya mondar mandir panik gak karuan buat ngilangin grogi. Para penguji yang mana adalah bapak wakil dekan dan bapak kaprodi ini yang bikin tegang karena menurut kabar burung (yang entah burung apaan dan terbangnya dari mana 😂) mereka itu killer kalo lagi nguji. Dari jam 7.00-10.00 mondar mandir. Sampe temen bilang “Dede gak capek berdiri terus mondar mandir gitu?” tanya Akmalia, temen seperjuangan dr bimbingan bareng sampe akhirnya sidang bareng.

Akhirnya jam 10.25 WIB giliran saya masuk dan presentasi. Tapi pas diruangan saya bingung karena tetiba gak lama setelah saya masuk ada bapak dosen akmen yang tanpa schedule tetiba ikutan nguji. Dengan santai beliau bilang “saya ikutan ya” dalam hati “Ya Allah, 2 aja udah nyeremin, lah ini ditambah satu lagi. Kasihani hayati🙏” Fyi, harusnya diuji 2 dosen tapi bapak yang saya rahasiakan namanya ikut nguji juga. Saya duduk dan langsung ditanya “Lama ya? Udah sarapan kan?” hehe. Yang membuat sebelumnya super tegang dan grogi ternyata gak se menakutkan yg saya bayangkan.
Singkat cerita, blablabla (saya presentasiin skripsi saya) udah cuap cuap sekitar 5 menit beliau beliau langsung skip dan langsung sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama soal apa apa aja yg mesti di revisi (to the point banget) pertanyaan kedua adalah “ini kamu design sendiri?” yang membuat saya bergumam dalam hati. “Sepertinya bapaknya salah fokus ke design drpd materi yg saya bawa. Wkwkw #Yawdalah ”

Iya dilanjut ke cerita soal design dan konsep tampilan. Mereka seneng liat designnya. Padahal saya bukan jurusan design atau yg berhubungan dg itu. Fyi, saya jurusan akuntansi. Yang saya rasa agak membosankan dan sering merasa salah jurusan tiap belajar akuntansi. 😥😅

Lebih mengherankan lagi pertanyaan ketiga. “Abis lulus kuliah sudah ada rencana menikah?” wkwk speechless. Tapi jawab to the point aja “ada dong pak” niatnya supaya gak bertele tele dan gak ditanya pertanyaan ajaib macam ini. Tapi ternyata berlanjut dengan pertanyaan yg lebih aneh ditanyakan ketika sidang “emang udah dibolehin sama ibu? Kamu usia berapa sih, sepertinya masih kecil, kamu anak keberapa,” wkwk semua pertanyaan mereka dijawab dengan singkat dan jelas. Jujur apa adanya tanpa ada di tutup tutupi. Tapi mereka sepertinya belum puas dengan lanjut menanyakan “emang pacarnya orang mana” ya Allah.. Ini bisa masuk on the spot trans 7 nih dengan kategori “pertanyaan yang gak mungkin di tanya ketika sidang” dan sepertinya saya perlu memasukkan kejadian langka ini kedalam buku rekor dunia.

Jawaban atas pertanyaan yang bikin gemas tadi adalah “saya gak pacaran pak” dan mereka langsung heboh sendiri sambil komen “Bagus tuh” “taaruf ya” “wah keren” dan saya hanya bisa senyum sambil berkata dalam hati “ini sidang kok gini amat yaak” 😅

And finally setelah obrolan yang lebih lama dibanding waktu seriusnya, mereka mengakhiri persidangan dengan pernyataan “Lulus”

Alhamdulillah ala kulli hal.
Gak semenakutkan yang saya bayangkan. Emang sih pertanyaannya diluar yg saya bayangkan. But it’s fun. 😅😅

Baru sidang di dunia tapi gini amat yaaa grogi awalnyaa. Gimana persidangan di hari akhir nanti ya, ?? Yaa Rabb ..

#RanselHasanah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)