Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 3, 2014

Teruntuk; Jodohku

Saat ini caraku mencintai adalah dengan diam. Bukan diam benar-benar tidak melakukan apapun. Namun aku diam atas lisan ini. Diam atas sikap ini. Aku hanya akan bergerak ketika menghadap Allah. Lewat-Nya lah ku serahkan diamku. Lewat-Nya lah kuserahkan seluruhnya, cinta dan curahan doa yang terpanjatkan. Kepadanya lah aku tak kenal diam. Namun biarlah aku diam kepadamu, wahai jodohku.. biarlah kini aku banya mampu beristikharah tanpa pernah berucap kepada yang lain selain Allah. Biarlah DIA Sang Pemilik Hati dan Semesta ini mengaturnya dalam skenario terindah untuk kita kelak. Jangan pernah ragu. Janji Allah itu pasti. Jangan pernah sedih, Allah lah Yang Maha Memberi. Jika memang namaku dan namamu sudah tertera di lauhul mahfuz untuk dipersatukan dalam jihad pernikahan, akan ada saat terindah itu nanti. Sabarlah wahai jodohku. Teruslah memburu dan mengkaji ilmu agar kelak pondasi rumah tangga kita kokoh. Teruslah berkumpul dengan orang-orang sholeh yang menuntunmu masuk kepada keisti...

Sajak Hujan Abu

Debu.. Bukan. Itu bukanlah debu. Kelabu.. Ya, warnanya memang kelabu. Rumput, daun, pepohonan dan semua unsur hijau menjadi kelabu Tanah, jalan, ladang, sawah, bahkan kini tiada bedanya Semuanya kelabu.. Dimana hijau dan kerindangan yang dulu? Dimana butiran embun pagi yang menggantung diujung dedaunan? Dimana suara kicau burung yang menyambut fajar? Aku rindu suasana itu, Tuhan.. aku rindu Aku rindu pada apa yang selama ini tidak ku syukuri.. Aku rindu atas ciptaan-Mu yang telah kusia-siakan.. Aku rindu pada lingkungan yang bahkan aku sendiri yg membuat kerusakan didalamnya.. Aku rindu Tuhan.. Maafkan aku ya Tuhan.. Ampuni aku yang lalai, Ampuni aku yang serakah dan menysukuri segala nikmat-MU.. Ampuni kami, Tuhan.. Ampuni kami yang telah dzalim pada diri sendiri, orang lain dan lingkungan kami.. Mengenang tragedi erupsi Gunung-gunung di Indonesia

Bahagia itu Sederhana

Kebahagiaan diperoleh dengan bersyukur. Apapum yang kita dapatkan saat ini syukurilah. Sekecil apapun itu, karna pada dasarnya Allah itu Maha Adil. Maha Memberi. Jika kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan, maka Allah akan menambahkannya. Namun jika kita mengingkarinya, adzab Allah amat pedih. Naudzubillah. Kebahagiaan adalah dimana terdapat senyum dan sapaan hangat, baik itu di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan lainnya. Kebahagiaan sejatinya tidak terukur oleh materi saja, namun juga berdasarkan sebaik apa kita memanfaatkan waktu yang kita punya untuk berbagi. Berbagi ilmu misalnya. Ilmu dan harta tidak akan berkurang jika kita membaginya. Ilmu dan harta yang dibagikan di jalan kebaikan adalah akan mengalir terus bahkan terus bertambah. Tidak percaya? Silahkan dicoba. Bahagia tak perlu punya banyak hal, bergelimang harta, kekuasaan, atau keglamoran. Cukup yang simpel dan sederhana saja. Setelah sebesar ini, jujur saya baru menyadari bahwa profesi pengajar (Gur...