Saat ini caraku mencintai adalah dengan diam. Bukan diam benar-benar tidak melakukan apapun. Namun aku diam atas lisan ini. Diam atas sikap ini. Aku hanya akan bergerak ketika menghadap Allah. Lewat-Nya lah ku serahkan diamku. Lewat-Nya lah kuserahkan seluruhnya, cinta dan curahan doa yang terpanjatkan. Kepadanya lah aku tak kenal diam. Namun biarlah aku diam kepadamu, wahai jodohku.. biarlah kini aku banya mampu beristikharah tanpa pernah berucap kepada yang lain selain Allah. Biarlah DIA Sang Pemilik Hati dan Semesta ini mengaturnya dalam skenario terindah untuk kita kelak. Jangan pernah ragu. Janji Allah itu pasti. Jangan pernah sedih, Allah lah Yang Maha Memberi. Jika memang namaku dan namamu sudah tertera di lauhul mahfuz untuk dipersatukan dalam jihad pernikahan, akan ada saat terindah itu nanti. Sabarlah wahai jodohku. Teruslah memburu dan mengkaji ilmu agar kelak pondasi rumah tangga kita kokoh. Teruslah berkumpul dengan orang-orang sholeh yang menuntunmu masuk kepada keisti...
Untuk cahaya senja yang merona jingga diujung pergantian hari, mata ini cukup menjadi saksi betapa besarnya kuasa Illahi..