Langsung ke konten utama

Bahagia itu Sederhana

Kebahagiaan diperoleh dengan bersyukur. Apapum yang kita dapatkan saat ini syukurilah. Sekecil apapun itu, karna pada dasarnya Allah itu Maha Adil. Maha Memberi. Jika kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan, maka Allah akan menambahkannya. Namun jika kita mengingkarinya, adzab Allah amat pedih. Naudzubillah.

Kebahagiaan adalah dimana terdapat senyum dan sapaan hangat, baik itu di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan lainnya. Kebahagiaan sejatinya tidak terukur oleh materi saja, namun juga berdasarkan sebaik apa kita memanfaatkan waktu yang kita punya untuk berbagi.

Berbagi ilmu misalnya. Ilmu dan harta tidak akan berkurang jika kita membaginya. Ilmu dan harta yang dibagikan di jalan kebaikan adalah akan mengalir terus bahkan terus bertambah. Tidak percaya? Silahkan dicoba. Bahagia tak perlu punya banyak hal, bergelimang harta, kekuasaan, atau keglamoran. Cukup yang simpel dan sederhana saja.

Setelah sebesar ini, jujur saya baru menyadari bahwa profesi pengajar (Guru) itu adalah profesi yang mengasyikkan. Mereka (Guru) mempunyai jam kerja yang fleksibel. Bagi perempuan, tentu ini amat mengasyikkan. Karna jam mengajar tidak sepadat pekerja kantoran yang melulu pukul 8-17. Saya baru sadar setelah adik saya yang memutuskan mengambil FIP di UNJ jurusan PGSD menerangkan alasannya memilih jurusan tersebut. Masuk akal, karna baginya kebahagiaan adalah dengan berbagi ilmu dan dekat dengan anak-anak. *calon menantu idaman*

Kemudian saya bergabung di komunitas Ayo Mapan yaitu Ayo Mengajar Anak Panti Asuhan. Disinilah salah satu wadah saya untuk berbagi ilmu yang saya punya. Meskipun sedikit, tapi semoga bermanfaat. Aamiin. Bahagia itu sederhana, senyum, sabar, syukur, semangat !! Selamat mencoba. ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...