Langsung ke konten utama

Teruntuk; Jodohku

Saat ini caraku mencintai adalah dengan diam. Bukan diam benar-benar tidak melakukan apapun. Namun aku diam atas lisan ini. Diam atas sikap ini. Aku hanya akan bergerak ketika menghadap Allah. Lewat-Nya lah ku serahkan diamku. Lewat-Nya lah kuserahkan seluruhnya, cinta dan curahan doa yang terpanjatkan. Kepadanya lah aku tak kenal diam. Namun biarlah aku diam kepadamu, wahai jodohku.. biarlah kini aku banya mampu beristikharah tanpa pernah berucap kepada yang lain selain Allah. Biarlah DIA Sang Pemilik Hati dan Semesta ini mengaturnya dalam skenario terindah untuk kita kelak.

Jangan pernah ragu. Janji Allah itu pasti. Jangan pernah sedih, Allah lah Yang Maha Memberi. Jika memang namaku dan namamu sudah tertera di lauhul mahfuz untuk dipersatukan dalam jihad pernikahan, akan ada saat terindah itu nanti. Sabarlah wahai jodohku. Teruslah memburu dan mengkaji ilmu agar kelak pondasi rumah tangga kita kokoh. Teruslah berkumpul dengan orang-orang sholeh yang menuntunmu masuk kepada keistiqomahan. Teruslah berlafadzkan Allah dalam setiap helaan nafas yang kau tarik, agar setiap ucapanmu kelak membawa ku luluh dalam sucinya akad.

Selamat berjuang wahai para penunggu jodoh. Para penunggu skenario Allah. Ingat. No khalwat until akad. #JOSS Jomblo Sampai Sah ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...