Langsung ke konten utama

Teruntuk; Jodohku

Saat ini caraku mencintai adalah dengan diam. Bukan diam benar-benar tidak melakukan apapun. Namun aku diam atas lisan ini. Diam atas sikap ini. Aku hanya akan bergerak ketika menghadap Allah. Lewat-Nya lah ku serahkan diamku. Lewat-Nya lah kuserahkan seluruhnya, cinta dan curahan doa yang terpanjatkan. Kepadanya lah aku tak kenal diam. Namun biarlah aku diam kepadamu, wahai jodohku.. biarlah kini aku banya mampu beristikharah tanpa pernah berucap kepada yang lain selain Allah. Biarlah DIA Sang Pemilik Hati dan Semesta ini mengaturnya dalam skenario terindah untuk kita kelak.

Jangan pernah ragu. Janji Allah itu pasti. Jangan pernah sedih, Allah lah Yang Maha Memberi. Jika memang namaku dan namamu sudah tertera di lauhul mahfuz untuk dipersatukan dalam jihad pernikahan, akan ada saat terindah itu nanti. Sabarlah wahai jodohku. Teruslah memburu dan mengkaji ilmu agar kelak pondasi rumah tangga kita kokoh. Teruslah berkumpul dengan orang-orang sholeh yang menuntunmu masuk kepada keistiqomahan. Teruslah berlafadzkan Allah dalam setiap helaan nafas yang kau tarik, agar setiap ucapanmu kelak membawa ku luluh dalam sucinya akad.

Selamat berjuang wahai para penunggu jodoh. Para penunggu skenario Allah. Ingat. No khalwat until akad. #JOSS Jomblo Sampai Sah ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)