Merapi, 06 Agustus 2013. Terakhir kali kulihat tempat iru begitu hijau 5 tahun lalu. Kini yang tersisa hanyalah gamparan batu, pasir yang tampak membentang dipandanganku. Serta tetesan abu vulkanik yang masih tersisa memburamkan kaca mataku. Tapi tidak dengan hatiku. Aku begitu terbuka hatinya disini. Tempat dimana korban-korban berjatuhan, entah terkubur bersama tanah yang sedang kuinjak saat itu. Layaknya seorang musafir yang tersesat diantara puing-puing batu, aku berusaha naik. Namun semakin aku mendaki hati ini makin luluh.. runtuh. seperti bebatuan yang terhempas oleh langkah kaki para pendaki. Di puncak ini aku melihat semuanya. hamparan hijau diseberang sana, awan mendung yang terasa begitu dekat untuk digapai, dan sejuknya angin yang bercampur air. Menyegarkan. Disisi seberang ku lihat pegunungan lain. Nampak teduh, nampak hijau. Tak seperti disini, seolah tiada kehidupan. Menyaksikan sisa-sisa barang dan belulang berserakan rapi. Sembari memandang langit, aku berd...
Untuk cahaya senja yang merona jingga diujung pergantian hari, mata ini cukup menjadi saksi betapa besarnya kuasa Illahi..