Langsung ke konten utama

Tarian Tangan Kecilku


Merapi, 06 Agustus 2013. Terakhir kali kulihat tempat iru begitu hijau 5 tahun lalu. Kini yang tersisa hanyalah gamparan batu, pasir yang tampak membentang dipandanganku. Serta tetesan abu vulkanik yang masih tersisa memburamkan kaca mataku. Tapi tidak dengan hatiku. Aku begitu terbuka hatinya disini. Tempat dimana korban-korban berjatuhan, entah terkubur bersama tanah yang sedang kuinjak saat itu.

Layaknya seorang musafir yang tersesat diantara puing-puing batu, aku berusaha naik. Namun semakin aku mendaki hati ini makin luluh.. runtuh. seperti bebatuan yang terhempas oleh langkah kaki para pendaki. Di puncak ini aku melihat semuanya. hamparan hijau diseberang sana, awan mendung yang terasa begitu dekat untuk digapai, dan sejuknya angin yang bercampur air. Menyegarkan. 

Disisi seberang ku lihat pegunungan lain. Nampak teduh, nampak hijau. Tak seperti disini, seolah tiada kehidupan. Menyaksikan sisa-sisa barang dan belulang berserakan rapi. Sembari memandang langit, aku berdo'a kepada Sang Pencipta agar tiada lagi kesedihan yang sama. Tiada lagi bencana serupa yang merenggut semua ini. Tak dapat berkata, hanya air mata yang mampu menjelaskan semuanya. Air mata ini adalah saksi. Dan disini, ditempat ini, aku berjanji pada diriku sendiri. Janji yang cukup hanya aku saja yang mengetahuinya. :')

Dari alam aku belajar. Dari ciptaanMu aku berkaca. Bahwa semuanya tidaklah sia-sia..
:')

-Tarian Tangan Kecilku-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...