Langsung ke konten utama

Perpisahan Terindah

Dia hadir lagi.. Orang yang sama dengan cerita klasik dan seonggok kisah nostalgia yang sama.. Hadir lagi membawa haru berikut serpihan tangis yang sama seperti tragedi 6 bulan lalu.. November tahun lalu.. pasca ulang tahunmu .. dan kini hadir lagi pasca ulang tahunku.. Entah ini dinamakan apa.. Kebetulan yang aneh atau takdir yang menyakitkan. Pengkhianatan itu hadir lagi diatas lembaran indah nuansa pelangi cinta. Kisah kita adalah pelanginya. dan mungkin ia adalah hujan dan petir yang hadir ditengahnya.. Tanpanya aku tak dapat kuat. 

Jika cinta itu tak harus memiliki. Itu bohong. Karna sekecil apapun cinta itu, kita pasti ingin memiliki satu sama lain. Egois? Ya. Tapi memang begitu adanya. Cinta yang sudah terjalin erat dengan dukungan restu bisa saja tergoda dengan indahnya cinta semu yang hadir tatkala hati yang tulus tertutup ego dan amarah. Saat itulah cinta semu hadir dan merajai hati yang kalut.. Tapi perasaan hati cinta sejati tidak akan pernah padam oleh apapun jua. Berjuang ? Pasti. Cinta itu saling memperjuangkan. Seberapa sakit dan sulitnya itu, maka biarkanlah kau turuti apa yang dikatakan sang hati.

Setidaknya aku mengetahui isi hatimu sebelum kamu pergi meninggalkan smuanya. meninggalkan kisah kasih kita. Setidaknya aku tau, rasa sayangmu masih begitu besar. Namun keraguan itu tidaklah menguatkan. Kamu bisa saja mengulangnya lagi. Yang aku butuhkan adalah komitmen, kesetiaan dan keyakinanmu cintamu.. Berbahagialah engkau bersamanya disana. Aku hanya menitipkan kisah manis kita yang akan terukir manis disini. Di tempat dimana kamu pernah memenuhi ruang didalamnya.. Tempat dimana kamu membuatku begitu terbang layaknya peri kecil yang slalu kau sebut dalam senyum .. Di Hatiku..

Hati tak pernah salah merasakan. Meski mata tertutup kabut, meski bibir tertutup rapat. Cinta adalah hakikat yang suci. Rasa hati tiada pernah berdusta. Aku percaya, jodoh itu akan tiba disaat yang tepat. Jika sekarang jodoh itu sedang bersembunyi dibalik mendung. Maka esok yang cerah akan membawanya hadir dikehidupanku. Dan saat tepat itu adalah saat manis yang Tuhan ciptakan disaat kita sudah sama-sama siap. :) 

Aku percaya yang terbaik. Meskipun bagimu aku bukanlah yang terbaik.. Aku tetap menganggapmu yang terbaik sampai detik ini. Tak peduli rasa sakit yang ku alami karna bertubi-tubinya pengkhianatan. Tapi aku mempercayai rencana indah yang dirancang oleh Tuhan. :) Dan padamu yang ada disana, aku menitipkan kisah indah kita yang terukir selama 30 bulan .. Waktu yang tidak sebentar dan memiliki jutaan kisah manis didalamnya. Semoga bahagia, pacar & cinta pertamaku.. :) 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...