Langsung ke konten utama

Selamat Pagi Jodohku

Apa kabar si peri kecil ini? :)

Sepertinya belakangan sedang sibuk dengan tugas akhirnya yah?
Tapi picil (*baca peri kecil) sedang mencoba menjadi lebih baik lagi. Mencoba memperbaiki semuanya. Picil slalu berkeyakinan bahwa, "jodoh kita adalah cerminan dari diri kita". Semakin kita memperbaiki diri, maka insya Allah jodoh kita disana juga sedang mempersiapkan dan memperbaiki dirinya. Kadang picil penasaran juga, siapakah dia gerangan ?? *jeng jeng jeng* (halaahh)

Tapi biarkan itu smua jadi sureprise dan kado terindah dari Tuhan.. *kedip-kedipin mata*

Wahai jodohku, siapapun kamu, jaga diri baik-baik yaa.. nanti kita akan bertemu disaat yang tepat. Saat mendung tlah berganti :) . Saat Semuanya siap. Saat hati mulai kukuh. Saat yang indah.

Wahai jodohku, berdo'alah pada-Nya supaya kita cepat dipersatukan dalam naungan kasih-Nya. Percayalah, masa depan yg indah akan menyapa pertemuan kita nanti.

*uhuyyy* lagi kasmaran, tapi gak tau sama siapa.. Efek abis baca novel cinta-cintaan sih :D
Tapi gapapa.. Jodoh itu kan memang harus disambut.. Aku percaya kok disana kamu juga lagi nyambut aku *ngomong sama poster ali syakieb*
hahaha :D

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...