Langsung ke konten utama

Perjalanan

Untukmu Indonesiaku,

Rasanya begitu banyak yang ingin aku tulis mengenai kota ini. Surga bagiku. Ya. Tempat kelahiranku yg sering dibilang orang “tempat numpang lahir” tapi aku bangga dilahirkan oleh seorang ibu dari kota seindah ini. Jogjakarta. Rasanya terlalu banyak kata indah yang bahkan takkan mampu mendeskripsikan bagaimana indahnya setiap menyusuri hamparan sawahnya yang hijau, Rindangnya pepohonan diselingi dengan barisan burung yang terbang dengan eloknya, barisan bukit dan pegunungan yang masih malu-malu menutup kekokohannya dengan kabut putih. Sungai-sungai yang masih jernih. Dan terlihat seolah memanggil untuk sekedar bermain air.
Kegigihan para petani yang menyirami tanamannya dan berperang dengan hawa dingin pagi buta. Kumpulan hewan ternak yang mencari makan di sela-sela ilalang dan rerumputan.. Itulah keindahan yang akan kau saksikan sebelum akhirnya kau tiba di keanggunan dan keistimewaan  kota jogja. Sungguh aku bangga memilikimu. Jadi teringat quote dalam salah satu film favoritku, “gue pake tanahnya, minum airnya, masa gue ngga ada baktinya?” – 5cm . Benar-benar menggambarkan kekayaan indonesia dan kesadaran warganya yang belum bisa mengabdikan dirinya untuk negeri. Malulah wahai kalian yg mengaku wakil-wakil rakyat yang bahkan tidak tahu bagaimana indahnya Indonesia. Bagaimana kayanya indonesia. Karna kalian sibuk membanggakan bangsa lain. Jika orang-orang bercita-cita ingin keluar negeri, aku hanya ingin keliling Indonesia. Mengelilingi setiap jengkalnya dengan kakiku sendiri.

Fabiayii ala irrabbiikuma tukadziban :)

Perjalanan menuju Jogjakarta,
Progo, 1 Agustus 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...