Langsung ke konten utama

Me & My Jellyfish

Terima kasih atas sapaan hangat yang slalu kau tuturkan di bangun dan tidurku.. Terima kasih atas penjagaan mu, celoteh manismu, dan candaanmu yang begitu renyah didengar. Aku menyukai itu semua.. Aku mengagumi segala yang ada padamu. Kau sosok sempurna yang Tuhan hadirkan sebagai syifa bagiku. Kehadiranmu dalam kehidupanku adalah sbuah anugerah. Aku bersyukur mengenalmu walau hanya dalam hitungan bulan. Pertemuan-pertemuan dan kebetulan-kebetulan kecil yang sangat menyenangkan. Terima kasih telah membuatku bangkit dari keterpurukan dan berani menatap masa depan. Menatapmu.

Walaupun akhirnya kau perlahan pergi dari hidup ini, aku amat bersyukur setidaknya karna mengenal sosok dirimu, my Jellyfish.. Bagiku kau bisa berperan dalam smua situasi. Terkadang jadi teman, jadi sahabat, jadi guru, jadi kakak, jadi apapun. Aku bahkan sempat memikirkan kalau kamu adalah malaikat yang dikirim oleh Tuhan. Pernah juga tersirat bahwa kamu adalah salah satu anggota power rangers warna oranye.. *ah sudahlah*

Aku memahami smuanya, bahwa smua yang slama ini kamu lakukan adalah karena semata-mata kamu memang orang baik. Hanya aku saja yang terlalu bodoh menganggapnya lebih.  
Tapi jujur, dari semua yang telah kita lalui berdua, rasa ini smakin lama semakin jelas. Mungkin benar kata lagu maudy ayunda.. Cinta datang terlambat. Seterlambat itu, hingga kini aku baru menyadarinya. Menyadari ketika kamu perlahan pergi menjauh.. Tapi ini bukan salahmu, bukan juga salahku.. Bukan salah siapapun. Keadaan lah yang membuatnya seperti ini. Aku hanya menjalani takdirku, manjalani smuanya yang ada ada dihadapanku.. Jika kelak kita berjodoh, maka Tuhan akan mempertemukan kita di situasi yang amat manis. Situasi yang tidak akan pernah kita duga sebelumnya. :) 

Siapa yang tahu rencana Tuhan? Tapi aku yakin, itu akan lebih indah dari apapun. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik, My Jellyfish.. ;) <3 Jalani hidupmu yang bebas.. Sebebas ubur ubur dilautan yang memberi keindahan pada sesama.. Maaf.. dan Terima kasih sudah menjagaku slama ini..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...