Langsung ke konten utama

[Ayo MAPAN] Keluarga Baru

Senang sekali rasanya mempunyai keluarga baru. Dimana kita berkumpul ditempat yang insya Allah penuh dengan rahmat dan karunia-Nya. Tepat tanggal 1 Maret lalu, saya menjadi bagian dari komunitas ayo Mapan yanh terbentuk pada saat itu juga. Hehe.. lucu yaa. Jadi, Ayo Mapan adalah komunitas Ayo Mengajar Anak Panti Asuhan, ini terbentuk dari rasa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak panti. Komunitas ini awalnya adalah komunitas internal Kantor saya, Batavianet.  Tetapi lama kelaman meluas dan semakin banyak anggota dari luar Batavianet. Kunjungan pertama, saya merasa takjub. Karena baru kali ini saya berkunjung ke panti asuhan. Agak berdebar rasanya. Tapi setelah melihat adik-adik yang polos dan lugu, rasanya senaaang skali. Sedang bisa menjadi bagian di hidup mereka. Senang ambil bagian dalam proses belajar. 

Jujur saat itu saya tidak tau harus mengajar apa. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana membuat cair suasana yang terkesan kaku. Karena itu pertrmuan pertama dengan adik-adik, jadi mereka agak canggung. Ada yang malu-malu, ada yang diam saja, ada yg setiap mau bicara menunjuk yemannya untuk memulai terlebih dahulu. Tapi semenjak hari itu, saya merasa kontak batin dengan adik-adik terjalin dan mulai terajut satu demi satu. 

Adik-adik mulai banyak bertanya, sharing dan mengemukakan pendapat
 Sungguh menyenangkan. Terkadang mereka memang sulit diajak serius belajar. Maklum saja, sabtu minggu mereka biasanya bermain, nonton tv atau bahkan hanya tidur dikamar. Setidaknya dengan adanya Ayo Mapan, liburan mereka menjadi lebih bermanfaat dengan kegiatan yg positif. Oiya, saya lupa memperkenalkan lokasi pertama Ayo Mapan. Target pertama nya sekaligus yang sekarang sedang berjalan adalah Panti Asuhan Adinda, Yayasan Sosrokartono. Terletak di jalan cendrawasih. Letaknya tidak jauh dari GOR bulutangkis Cendrawasih, cengkareng Jakarta Barat. 

Pertemuannya hanya dua kali dalam satu minggu yaitu hari sabtu dan minggu. Pengajaran dimulai dari jam 13:00 sampai 17:00. Saat ini anggota Ayo Mapan yang sudah resmi terdaftar ada sekitar 25 orang. Bagi kalian yang ingin bergabung bersama kami, monggo di follow akun twitter dan instagram nya di @AyoMapan atau like fanpage facebook Ayo Mapan atau kepoin aja website nya www.ayomapan.com  untuk yang mau menyumbangkan buku, alat tulis, dan lain-lain dapat mengirimkan di alamat Ruko Mutiara taman palem blok A 18 no.10-11 cengkareng jakarta barat 11730  ;)

Berikut adalah beberapa aktivitas Ayo Mapan. Indahnya berbagi senyum dan semangat bersama dengan adik-adik panti. 









Mari Mapan Bersama Ayo MAPAN !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...