Langsung ke konten utama

Melibatkan Allah

Libatkan Allah dalam segala urusanmu. Lihatkan Allah dalam caramu mencintai seluruh makhlukNya.
Libatkan Allah dalam setiap pilihan yang kau ambil.
Libatkan Allah dalam gundah dan risau yang kau rasa.
Libatkan Allah dalam setiap nikmat dan anugrah yang kau peroleh.
Libatkan Allah dalam tiap hela napas dan doa di penghujung malam.

Rindulah kepada-Nya, pada rasul-Nya, pada Kitab-Nya, pada malaikat-Nya, pada setiap keputusan-Nya.
Rindulah pada lantai tempatmu biasa bersimpuh dan bersujud, pada tempatmu menghabiskan sepertiga malam, pada waktu lantunan ayat menggerakkan bibirmu.
Rindulah pada setiap detik yang di anugrahkan untuk satu senyuman, satu menit untuk satu kebaikan dan satu jam untuk kebaikan.

Terkadang kita mungkin terlalu nekat atau bahkan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, tanpa melibatkan Allah. Tanpa secara lembut mengetuk pintu hati untuk bermunajat kepada Allah. Padahal Allah adalah sebaik-baik pemberi petunjuk. Tanpa pernah peduli, secara tidak sadar kita sering mengabaikan keberadaan-Nya. Bagaimana tidak? Bahkan banyak dari kita lebih sering 'curhat' kepada manusia yang bahkan secara harfiah manusia adalah ciptaan Allah.

Tulisan ini saya buat adalah sebagai pengingat bagi diri saya sendiri. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...