Langsung ke konten utama

Cinta nya gak sampai 100%


☆╰♥♥●•☆Cerita Abi & Ummi☆╰♥♥●•☆


Bismillahirrohmanirrohim


Chapter 2: Ummi, Cintaku Padamu Gak Nyampai 100%

Flash back:
Ummi lagi ngambek dot com sama Abi gara-gara jawaban dari Abi yang gak jelas plus bikin enek,
Mau tau kelanjutannya? Selamat membaca^_^

Perlahan Abi mendekati Ummi,
"Hmmm Ummi kalo lagi ngambek tambah cantik deh, Suit suit" (Ngeluarin jurus andalan ngerayu, hehehe:-D)

Ummi masih cuek. Segitu ajah??? Masih kurang kaleeee....

"Ummi, Abi punya rahasia yang mau diceritain sama Ummi, tapi Ummi harus janji dulu sama Abi"

Rahasia??? Rahasia apaan sich, masa udah jadi husband n wife masih pake rahasia-rahasiaan?? Wah Abi curang nech, giliran Ummi buka-bukaan semua. Xixixi , koq Abinya enggak sich? Tapi Ummi penasaran Abies nech. Apaan sich yang dirahasiain?. Tapi Ummi kan masih dalam kepompong ngambek nich, masa nyerah. Ladenin gak yach? Dilema nech.

Tau ajah Abi kalo Ummi tuch paling gak suka kalo berada dalam "Penasaran"(Sama kayak yang baca semalam kan, xixixi, sorry.:-P)
Oke. Ngambeknya dipending dulu, ntar kalo macem-macem ngambek lagi, sip dah:-D.

"Apaan tuch Abi?"

"Janji dulu:-)"

"Janji apaan?"

"Janji kalo nanti Abi cerita Ummi gak boleh protes, interupsi, marah-marah, ngambek dan sebangsanya"

Yaelah Abi, Ummi yang ngambek kok Ummi juga yang harus ngalah nech? Hadeuh
Kalah telak kalo sama Abi, huaaaa

"Gak bisa janji yang laen apa Abi?"

"No excuse, Gak titik gak pake koma".

Curang banget dah, acara ngambeknya terpaksa ditunda nech, huaaa Abi, penasaran. Muka Ummi udah penuh dengan tanda tanya. Apaan sech?

"Oke, baiklah"

"Serius....?"

"Sepuluh rius Abi"

"Beneran gak nyesel???"

"Gak Abi"

"Oke, kata yang tlah diucap gak bisa ditarik kembali lho Ummi"

"Iya, oke, yes, mana? Apa rahasianya Abi?"

"Kasih tau gak yach?"

"Haduh Abi! Plinplan banget sich, mau crita gak sech? Buruan, please...?(sambil ngasih senyuman termanis buat Abi, nach lho ngambeknya pada kabur kemana yach?;-))

"Sebenarnya Ummi,........"

Perlahan Abi mendekati Ummi,
"Hmmm Ummi kalo lagi ngambek tambah cantik deh, Suit suit" (Ngeluarin jurus andalan ngerayu, hehehe:-D)

Ummi masih cuek. Segitu ajah??? Masih kurang kaleeee....


"Ummi, Abi punya rahasia yang mau diceritain sama Ummi, tapi Ummi harus janji dulu sama Abi"

Rahasia??? Rahasia apaan sich, masa udah jadi husband n wife masih pake rahasia-rahasiaan?? Wah Abi curang nech, giliran Ummi buka-bukaan semua. Xixixi , koq Abinya enggak sich? Tapi Ummi penasaran Abies nech. Apaan sich yang dirahasiain?. Tapi Ummi kan masih dalam kepompong ngambek nich, masa nyerah. Ladenin gak yach? Dilema nech.

Tau ajah Abi kalo Ummi tuch paling gak suka kalo berada dalam "Penasaran"(Sama kayak yang baca semalam kan, xixixi, sorry.:-P)
Oke. Ngambeknya dipending dulu, ntar kalo macem-macem ngambek lagi, sip dah:-D.

"Apaan tuch Abi?"

"Janji dulu:-)"

"Janji apaan?"

"Janji kalo nanti Abi cerita Ummi gak boleh protes, interupsi, marah-marah, ngambek dan sebangsanya"

Yaelah Abi, Ummi yang ngambek kok Ummi juga yang harus ngalah nech? Hadeuh
Kalah telak kalo sama Abi, huaaaa

"Gak bisa janji yang laen apa Abi?"

"No excuse, Gak titik gak pake koma".

Curang banget dah, acara ngambeknya terpaksa ditunda nech, huaaa Abi, penasaran. Muka Ummi udah penuh dengan tanda tanya. Apaan sech?

"Oke, baiklah"

"Serius....?"

"Sepuluh rius Abi"

"Beneran gak nyesel???"

"Gak Abi"

"Oke, kata yang tlah diucap gak bisa ditarik kembali lho Ummi"

"Iya, oke, yes, mana? Apa rahasianya Abi?"

"Kasih tau gak yach?"

"Haduh Abi! Plinplan banget sich, mau crita gak sech? Buruan, please...?(sambil ngasih senyuman termanis buat Abi, nach lho ngambeknya pada kabur kemana yach?;-))

"Sebenarnya Ummi,........ Sssst mau bisikin sesuatu nech"

Ummi mendekatkan kupingnya.

"%@#+£$" Abi berbisik.

"Apaan sich Abi? Gak kedengaran nich!"

"Ummiku sayang, Ana uhibbuki fillah(Aku Mencintaimu karena Allah)" Abi berkata dengan lembut

"Lho mana rahasianya?"

"Itu..,"

"Itu yang mana?"

"Barusan tadi"

"Cuman segitu ajah?" mata Ummi udah mulai seperti gak percaya.


"Ummi, tak perlulah cinta itu kita ukur, cukuplah ia karena Allah, seperti Dia yang tlah satukan kita karena CintaNYA, dan karena CintaNYA juga kita saling mencintai dan menjaga selama ini. Cukuplah Allah sebagai sandaran Cinta kita Ummi, bersama kita raih Cinta sejatiNya dan jadikan keluarga kita sebagai ladang menuju surgaNya" kata Abi sambil tersenyum.

Mata Ummi berkaca-kaca. Ternyata Abi mencintainya, mencintai karena Allah. Ummi sangat senang, baru kali ini Abi bilang Cinta, xixixi:-D, biasanya sich, Au ah gelap.

"Abi, bilang sekali lagi donk, please....."

"Bilang apa?"

"Bilang yang tadi"

"Au ah gelap, mau bobok nich:-D"

"Aaabiii........."


  *     *★   *    *  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)