Saat ia mulai menemukan sisi lain dari kehidupannya yang entah knapa aku terbatasi tuk mengetahuinya, aku bersabar. Aku mencoba memahami bahwa bukan akulah satu-satunya yang membuatnya tersenyum, yang membuatnya ceria dan mampu berceloteh sebanyak yang ia mampu. Aku mencoba mengalah dan menahan keegoisanku untuk memberontak dan berteriak "liat gue !" karna aku bukan lah satu-satunya sosok yang ia lihat didunia ini. Aku mencoba merenung dan tidak meronta untuk minta didengar akan keluh kesah yang slama ini kupendam. Tidak sepicik itu!.
Aku mencoba membendung setitik air mata yang dengan brutalnya mengalir membasahi pipi hingga terasa begitu menyesakkan dada. Aku menahan diri untuk tidak tenggelam dalam keputus asaan lewat getar alunan hati yang mengagungkan asma-Nya. Aku mencoba menciptakan senyum bagi orang lain, berharap Tuhan memberikan orang yang sama seperti yang kini kulakukan, membuatku tersenyum..
Aku meyakinkan hati, bahwa setiap pertemuan yang berkesan pasti akan menorehkan airmata. Air mata untuk melangkah kearah yang lebih indah. Bahwa di balik Air mata akan ada senyum kebahagiaan diakhirnya. Semoga. Bahwa aku tidak perlu lagi menjerit tuk meminta sedikit saja perhatian darinya. Hingga tubuh ini tak mampu lagi menghirup nafas yang begitu menyesakkan.. Aku iklas.. Mencoba mengubah diriku menjadi sosok yang tak ku kenal. Acuh. Sikapnya lah yang mengubahku menjadi sperti ini.. Maaf. Jika kini kau marah atas sikapku, maka baiknya kita sama-sama menilai diri sendiri, sejauh mana kita saling menyakiti dan berusaha untuk tetap saling menyayangi. Aku tak ingin ada perpisahan. Tapi inilah hidup. Tidak semua apa yg kita mau dapat terwujud. Terkadang ada kerikil yang menghalangi langkah kita menuju dewasa.
Aku mencoba membendung setitik air mata yang dengan brutalnya mengalir membasahi pipi hingga terasa begitu menyesakkan dada. Aku menahan diri untuk tidak tenggelam dalam keputus asaan lewat getar alunan hati yang mengagungkan asma-Nya. Aku mencoba menciptakan senyum bagi orang lain, berharap Tuhan memberikan orang yang sama seperti yang kini kulakukan, membuatku tersenyum..
Aku meyakinkan hati, bahwa setiap pertemuan yang berkesan pasti akan menorehkan airmata. Air mata untuk melangkah kearah yang lebih indah. Bahwa di balik Air mata akan ada senyum kebahagiaan diakhirnya. Semoga. Bahwa aku tidak perlu lagi menjerit tuk meminta sedikit saja perhatian darinya. Hingga tubuh ini tak mampu lagi menghirup nafas yang begitu menyesakkan.. Aku iklas.. Mencoba mengubah diriku menjadi sosok yang tak ku kenal. Acuh. Sikapnya lah yang mengubahku menjadi sperti ini.. Maaf. Jika kini kau marah atas sikapku, maka baiknya kita sama-sama menilai diri sendiri, sejauh mana kita saling menyakiti dan berusaha untuk tetap saling menyayangi. Aku tak ingin ada perpisahan. Tapi inilah hidup. Tidak semua apa yg kita mau dapat terwujud. Terkadang ada kerikil yang menghalangi langkah kita menuju dewasa.
Komentar
Posting Komentar