Langsung ke konten utama

miss you, dear ..

Saat ia mulai menemukan sisi lain dari kehidupannya yang entah knapa aku terbatasi tuk mengetahuinya, aku bersabar. Aku mencoba memahami bahwa bukan akulah satu-satunya yang membuatnya tersenyum, yang membuatnya ceria dan mampu berceloteh sebanyak yang ia mampu. Aku mencoba mengalah dan menahan keegoisanku untuk memberontak dan berteriak "liat gue !" karna aku bukan lah satu-satunya sosok yang ia lihat didunia ini. Aku mencoba merenung dan tidak meronta untuk minta didengar akan keluh kesah yang slama ini kupendam. Tidak sepicik itu!.

Aku mencoba membendung setitik air mata yang dengan brutalnya mengalir membasahi pipi hingga terasa begitu menyesakkan dada. Aku menahan diri untuk tidak tenggelam dalam keputus asaan lewat getar alunan hati yang mengagungkan asma-Nya. Aku mencoba menciptakan senyum bagi orang lain, berharap Tuhan memberikan orang yang sama seperti yang kini kulakukan, membuatku tersenyum..

Aku meyakinkan hati, bahwa setiap pertemuan yang berkesan pasti akan menorehkan airmata. Air mata  untuk melangkah kearah yang lebih indah. Bahwa di balik Air mata akan ada senyum kebahagiaan diakhirnya. Semoga. Bahwa aku tidak perlu lagi menjerit tuk meminta sedikit saja perhatian darinya. Hingga tubuh ini tak mampu lagi menghirup nafas yang begitu menyesakkan.. Aku iklas.. Mencoba mengubah diriku menjadi sosok yang tak ku kenal. Acuh. Sikapnya lah yang mengubahku menjadi sperti ini.. Maaf. Jika kini kau marah atas sikapku, maka baiknya kita sama-sama menilai diri sendiri, sejauh mana kita saling menyakiti dan berusaha untuk tetap saling menyayangi. Aku tak ingin ada perpisahan. Tapi inilah hidup. Tidak semua apa yg kita mau dapat terwujud. Terkadang ada kerikil yang menghalangi langkah kita menuju dewasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...