percayalah padaku aku bukan seperti aku yang dulu lagi
|
Ku
|
hapus cerita lalu dan cobalah untuk selalu mencintaiku
|
& jangan pernah lari dariku ingatlah ku
|
slalu disampingmu, menemani setiap mimpimu..
|
& tak
|
aku tak
|
jangan pernah..
|
Ku tak mengerti apa yang kini ku rasakan
|
Rasanya smakin berat perasaanku tuk jauh darimu walau sekejap
|
Aku merasa ada yang hilang pada diriku,
|
Bukan sesuatu yg slama ini kau fikir.
|
Tapi aku takut,, aku takut rasa itu hilang,
|
Rasa yg kini bgitu indah melayang dalam anganku.
|
Walau sejenak, itu smua sangat berarti bagiku.
|
Meski bukan yg pertama buatmu,
|
Namun kuharap aku bisa jadi yang terakhir dan untuk selamanya
|
Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...
Komentar
Posting Komentar