Langsung ke konten utama

Sejuta Tanya

Bolehkan aku mengucap 1 kata ? Lihatlah ! 

Lihatlah aku, dapatkah kau melihat lara ini. Ketika kau sedang bersama yang lain, kau mungkin tak memahami lara ini hingga kau melakukan itu. Mungkin ini semua simple. Tapi apakah sisa kesetiaan itu sudah tidak ada lagi ? Apakah smua laki-laki tidak bisa setia hanya kepada 1 wanita ? Apakah berat bagi laki-laki untuk tidak memberi harapan palsu bagi wanita ? Apakah mereka tidak menggunakan hati dan perasaannya ? Apakah Semua pertanyaan ini dapat terjawab dengan pembuktian? Bukan sekedar janji dan omong kosong ?.. 


Aku Tidak pernah bosan bahkan jenuh padamu.. Aku tidak pernah sedikitpun berniat tuk menghianatimu, walaupun banyak godaan diluar sana. Tapi aku cukup menyimpannya. Karna apa, kau tau ? Aku menyayangimu dan tak ingin membuatmu terluka. Aku menghargai hati ini. Karna Bagiku, Hati kita adalah satu.. Dan jika kau terluka, maka akupun begitu.. Apa kau merasakan hal yang sama?


Apakah masih bisa, rasa yang pernah terbagi menjadi utuh lagi kepadaku ? Apakah mampu untukku terus mempercayai itu? Saat ini aku masih mampu.. Percaya dan mempercayakan smuanya padamu. Tapi jangan sampai hal yang 1 bulan lalu terjadi, terulang kembali.. Aku bahkan tidak sekalipun pernah mempersiapkan diri untuk itu.. Hampir kehilanganmu..


Andai kamu tau, sebesar apa rasa sayangku? Sebesar helaan nafas.. mungkin tidak terasa, tapi selalu kau hirup dan memberi kehidupan.. sbab aku mungkin takkan bisa hidup tanpamu disisiku. 

Lalu sebesar Senyum yang berkembang.. Membentuk lingkaran indah yang membuat smua makhluk Tuhan menyayangimu.. Senyum manismu..
Lalu sebesar Pancaran mata yang tajam, Memberi makna pada stiap tatapannya, membangun arti mendalam bagi smua yang menatap pancaran indah itu..
Kau tak pernah tau kan, kalu aku ingin menjadi bagian dari dirimu.. Jadi seorang istri yang akan menghabiskan helaan nafas bersama-sama.. Jadi alasan di setiap senyumanmu.. dan Jadi pancaran dibola matamu, yang slalu kau lihat, kau pandang tanpa pernah jemu..

Kau tau, aku tidak bisa berharap lebih untuk bisa seperti itu.. karna aku adalah yang saat ini kau sayangi.. aku tidak bisa menuntut apa-apa.. karna aku adalah sosok aku yang tak berdaya.. Karna aku adalah wanita yang akan dipilih.. 


Disaat sejuta tanya menyeruak dalam otakku, ku biarkan rasa itu memberontak dalam hati. Ya, hanya dalam hati.. Kubiarkan sang tanda tanya tetap bertahan disana dan biar waktu serta kesetiaan yang menjawabnya.. Tuhan tau yang terbaik tuk umatNYA. Maka biarkan aku beristiqomah pada pasanganku saat ini dan selamanya..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...