Langsung ke konten utama

Gundah yang tak pernah kau dengar


Mulai lah untuk bisa lebih memahami dan menerima kekuranganku.. Seperti aku yang terbiasa untuk menerima segala kekuranganmu..
Mulai lah untuk terbiasa mendengar keluh kesah ku saat kau jauh.. Karena aku tak bisa jauh darimu..
Mulailah untuk bisa memaafkan kesalahan ku, seperti aku yang terbiasa memaafkanmu.
Aku bukanlah makhluk sempurna, tapi aku sadar, semua kemauanku untuk mu memulai semua itu adalah keegoisanku.. Aku ingin kau seperti itu tapi tidak tulus dari hatimu.. Jika aku memang yang terbaik, yang kau banggakan dan kau idamkan maka kau akan melakukannya untukku dengan tulus, bukan sekedar memulainya.
Aku tak bisa memaksakan dirimu tuk menjadi gambaran seperti apa yang aku inginkan. Aku menyadarinya. Dan aku sadar ketika aku seperti ini. Terpuruk.
Saat ini aku membutuhkan kehadiranmu, untuk menguatkanku, Tapi nyatanya adalah tak ada sepenggal katapun yang keluar dari mulutmu.. Kedewasaaanmu yang slama ini ada, menjadi semu. Selalu saja seperti ini menghindari masalah dan membarkannya berlarut-larut terjadi.
Entah berapa banyak butiran air mata yang jatuh tuk menangisimu. Kau cinta pertamaku yang telah mengajarkan ku untuk menyikapi banyak hal.. Aku merasakan indahnya cinta dan saat saat bahagia denganmu.
Aku merasa seperti bertepuk sebelah tangan, kau adalah cinta pertamaku yang slalu kuharapkan untuk jadi cinta terakhirku, Tapi aku tak begitu diharapkan olehmu.. Aku memberikan sluruh hatiku untukmu, tak sedikitpun untuk leleaki lain, tapi kau tak begitu.. Kau bahkan masih membela dia yang mengganggu hubungan kita.. Sekarang aku berada dalam posisi salah. Aku seperti penghalang bagi cintamu dan dia. Padahal jauh sebelum aku, sudah ada beberapa hati yang lain.. kenapa wanita itu tidak datang saat kamu belum bersamaku ? kenapa jadi mesti aku yang menerima kesakitan ini?
Kesetiaanku telah kamu dustakan. Tapi aku tidak pernah menyesal sudah menjadin pribadi yang setia, karena kesetiaanku menguatkanku.. Bisa saja aku membalasnya dengan tindakan yang sama, tapi nanti nya aku akan menjadi sosok yang aku benci.. Pengkhianat..
Kesetiaan bukan mengenai bagaimana caramu untuk setia, tapi seberapa tangguhkah kamu menghadapi godaan diluar sana demi menguatkan hubungan kita. Mungkin memang berat, tapi jika dilakukan iklas dengan hati,, maka semua akan terasa mudah dan indah.
Satu tahap terlewati, aku harap aku makin dewasa menjalani hidup ini.. Walau kau sudah jauh disana, sudah berubah menjadi sosok yang tidak aku kenal. Tapi kenangan kita akan slalu terukir disini. Dihati kecil si Peri kecil.. Perfect Peace of Our Forever..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...