Langsung ke konten utama

Iklas VS Kalah

Iklas menurutku adalah saat dimana kita siap kehilangan sesuatu yang berharga.
Kalah menurutku adalahh kondisi dimana seseorang tidak bisa menerima sesuatu dengan iklas dan bertahan dengan egonya.

kadang iklas dan kalah itu berbeda tipis. namun jika mengerti dan melihat lebih dekat, maka kita akan mengetahui lebih dalam. Bahwa ada sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Sesuatu yang sakral dan lembut bernama cinta. Iklas adalah menerima dan memaafkan ketika orang yang paling kau sayangi lebih memilih orang lain untuk mendampinginya. Iklas adalah memberi selamat dan tersenyum tulus kepada mereka yang berbahagia. Iklas adalah merangkul dan tetap bersahabat dengannya. Itulah makna iklas menurutku. Iklas adalah tidak menjadi sosok yg di "karma"kan bagi mereka. Tidak membalas segala sesuatu yang menyakitkan. cukup tersenyum dan berdo'a pada Sang Pencipta untuk memberikan kemudahan bagi sgala urusan. 

Ilmu iklas itu sulit. Tapi sekali lagi, iklas, sabar dan setia itu tiada berbatas. Hanya manusianya saja yang membatasi smua hal itu. Seperti kau membatasi dirimu untuk tidak melakukan suatu hal. Itulah letak kepribadianmu. :) 

Teruslah setia, teruslah sabar, teruslah iklas.. Karna smua itu kelak akan berbuah manis. Bersemi pada waktu yang tepat.. Sama seperti petani yang yang iklas melihat beberapa padinya termakan hama.. Ia masih tetap sabar dan setia menunggu padi itu menguning. :) Itulah yang aku lakukan kini,, karna aku percaya semua akan baik-baik saja. Aku wanita yang kuat. Aku yakin, Tuhan memberikan smua jalan ini pasti karna aku dapat melampauinya. Percayalah akan masa depan yang cerah menunggu senyummu didepan sana. Setidaknya kamu adalah cinta suci yang selama ini terjaga walaupun tergores dengan setitik pelarian singkat. Percayakan smua pada Yang Kuasa. :) Alhamdulillah..

~dari Hati Kecil Si Peri Kecil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...