Langsung ke konten utama

[JOGJA] Perjalanan Part 4

Pendakian dimulai kurang lebih pukul 09:00 WIB. Gunung Api Purba Nglanggeran adalah gunung batu yang sudah tidak aktif lagi sejak puluhan tahun lalu. Dan obyek wisata ini akan menjadi salah satu Geopark Dunia. Dengan keasrian dan kealamian yang masih terjaga dengan baik, wajar saja sih menurut saya. Sekeliling kami saat itu adalah pohon dan jalan setapak yang bisa dilalui oleh dua orang beriringan. Tak terasa Gunung Api Nglanggeran yang dulu hanya bisa saya nikmati gambarnya berkat mbah google. Setapak demi setapak saya lalui dengan semangat yg membara  di pos pertama kami beristirahat. Ada sebuah gazebo untuk berteduh. Berhubung kami kesiangan, kami sejenak meneduh di Pos 1. Yah sambil narsis dikit lah. =))

Ini sebelum mulai berjalan. Eksis dulu lah ya enaknya.. dari kiri ke kanan ada ka Amel, Mas Anto, saya, Mba Asih, Ka Aga dan Ka Adhan.

Ini lho yang yang ada di kawasan gunung api purba.


Our journey was begin


Matahari mulai terik. Harusnya matahari terbitnya dipandangi sejak 4jam lalu. Hiks



Yeei.. ka amel, mas anto, saya, mba asih, ka aga dan ka adhan




Perjalanan pun kami lanjutkan, dipandu oleh Mas Sembodo yang tiada lelah melayani sifat narsis kami, dengan sabar dia menjadi juru foto. Luas tanah yang kami pijak semakin sempit hingga kami harus berjalan sendiri sendiri. Bukan hanya itu, tanah yang kami pijak pun basah berkat hujan kemarin malam sehingga mempersulit perjalanan. Hingga akhirnya kami menemukan celah yang kami perbincangkan sejak dulu. Celah diantara batu dan bukit batu yang luasnya tidak lebih dari 50 cm. Dan see? Mas Anto dan Ka Amel yang tadi nya sempat kita ragukan akhirnya berhasil melampaui celah tersebut. Yang bikin ngeri adalah di ujung celah menanjak itu terdapat bongkahan batu sedang yang seolah terhimpit. Sehingga kita harus menunduk ketika berjalan dibawahnya. Subhanallah..

Ini kak aga yang sok kuat mencoba mengangkat batu :p Dan akhirnya cuma gegayaan :D











nggak punya pacar tetep sayang lingkingan donk ;;) 




Selepas dari sana kita menjumpai pos 2, 3 dan 4. Jaraknya lumayan berjauhan satu sama lain. Dan disaat itu pula persediaan minuman kami menipis. Cuma tinggal satu kali tenggak untuk satu orang. Jadi kami semua merasakan seperti sedang di gurun pasir. Peluh yang keluar lebih banyak dibanding cairan yang masuk. Tiba di pos 5. Tepatnya dibawah pos 5. Ada tangga yang terbuat dari kayu untuk mendaki tebing yang kurang lebih tingginya 10 - 15 meter.. Sementara Mas Anto dan Ka Aga sudah terlebih dahulu naik ke atas, saya dan yang lainnya memutuskan untuk mempersiapkan mental dan mendokumentasikan terlebih dahulu. Sebenarnya sih yang mempersiapkan mental cuma ka Amel karnadia takut dengan ketinggian.

Ini nih celah yg unyu Itu.. ;)















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)