Langsung ke konten utama

Belajar. Belajar Lagi. Belajar Terus !

Alhamdulillah.. Beribu-ribu rasa syukur tercurah hanya pada Allah Yang Maha Mulia. Bersyukur sekali karena dapat dipertemukan dan dipersatukan dalam majelis ilmu. Dikumpulkan dg orang-orang sholehah. Duhai Allah, Engkau sungguh Maha Baik. Engkau membuka jalan yang begitu indah. Lewat peristiwa masalalu yang aku kira menyakitkan, tapi tidak begitu dengan maksud Allah memberikan peristiwa itu kepadaku. Kini aku tau jawabannya, engkau sungguh telah menggantikan yang hilang dengan yang lebih baik.

Cerita dimulai dari pengalaman pertamaku berkerudung. Meski bukan pengalaman pertama, tapi aku berjanji saat itu ketika dalam perjalanan. Saat minggu terakhir bulan suci Ramadhan. Ketika aku pulang kekampung halaman. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan melepas khimar yang melekat dikepalaku sambil menggenggamnya erat. Bismillah, aku akan menjaga apa yang seharusnya memang diamanahkan kepadaku untuk menjaganya..

Aku bersyukur lingkunganku mendukung keputusanku. Mendukung aku dan terus menyemangati. Mengajakku untuk terus belajar dan belajar lebih baik lagi. Mengajakku ke majelis-majelis ilmu, seminar islami, dan mengkaji islam lebih intens lagi. Dari situlah aku semakin memperoleh banyak teman-teman baru. Dengan pengalaman yang lebih berliku tentunya. Aku tiadalah ada apa-apanya dibanding mereka semua, kakak-kakak baru yang sudi membagi ilmunya kepadaku yang fakir ilmu ini. Terima kasih Wahai Allah Yang Maha Baik.

Semakin belajar aku sungguh makin merasa bodoh. Betul-betul masih banyak yang perlu dipelajari. Perlu ditambah lagi kadar ketaqwaannya. Dan mata ku semakin terbuka lebar. Bahwa Islam bukan hanya tentang sholat, puasa dan beramal. Tapi jauh lebih luas dari itu. Duhai Allah, aku ingin belajar, belajar lagi dan belajar terus. Jadikan aku hamba-Mu yang haus akan ilmu dan ibadah hanya karena-Mu ya Rabb.. jadikan aku hamba-Mu yang rindu akan surga-Mu dan selalu bernafaskan nama-Mu disetiap helaannya. Selalu bertasbih atas nama-Mu dan Rasul-Mu.

Selalu ada saja jalan indah dari Allah. Jalan menuju kebaikan itu pasti akan indah, meskipun akan terseok-seok diawalnya, percayalah diujung jalan itu akan ada cahaya terang yang membawamu lebih dekat kepada Allah yaa Karim..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)