Langsung ke konten utama

Hijrah

Kita sering kali kagum pada orang lain, misalnya artis. Hingga setiap kali selalu menyebut namanya. Mengoleksi segala hal yang berbau tentangnya. Menghadiri berbagai event yang juga dihadiri olehnya. Meneriaki namanya.. ah.. jadi ingat masalalu. Flashback sebentar yaa. Dulu itu saya kalo sudah ngefans itu rasanya semua hal didunia ini disangkut pautkan sama dia. Misalnya saya pernah ngefans sama pemain bola asal Brazil, Ricardo Izecson Dos Santos Leite atau yang kita kenal dengan Kaka. Setiap hari kerjaan saya hanyalah mengumpulkan gambar gambarnya ke dalam satu album. Jaman dulu belum punya gadget kayak sekarang. Jadi masih suka beli majalah olahraga trus diguntingin sambil ditulisin alay alay gitu. Bahaha jadi malu :" Lalu tiap minggu malam pasti ada pertandingannya. Saya ingat waktu itu suka nonton bareng sama teman-teman yang Milanisti juga sambil sorak-sorak gak jelas. Pokoknya fans banget deh.. sapu tangan milan, tas milan, baju milan, poster dikamarpun milan-kaka. (Walaupun ada arsenalnya, dan bertahan sampai sekarang) Oiya.. jaman ini juga saya suka buanget sama band Jonas Brother. Waah koleksinya masih ada sampe sekarang :D

Terus entah kenapa saat Kaka hengkang dari milan dan pindah ke madrid, saya jadi perlahan menjauh *tsaah* waktu itu beralih ke D'Masiv. Entah kenapa saya suka lagu mereka. Padahal tau sakit hati rasanya kayak gimana juga gak pernah. Dulu bisa dibilang penampilan luar saya tomboy abis. Kelakuannya gak ada cewe-cewenya banget pokoknya. Dan saya nge fans ama d'masiv. Dari suka lagunya, perlahan mengenal personelnya. Aah.. Jadi inget dulu kalo sekolah lagi masuk siang, paginya ke acara musik yang saat ini saya bilang acara anak-anak alay. Haha. Tapi dulu saya bukan penonton alay bayaran lho yaa. Teman teman saya pun banyak yg menjadi masivers. Lebih lagi teman di dunia maya.. semuanya rata rata pake nama belakang masivers atau nama belakang personel d'masiv. Setiap bulannya nunggu jadwal manggung mereka. Setiap event saya datangi. Berasa kepuasan tersendiri kalo udah dateng. Hehe.. tapi inipun gak berlangsung lama.

 Dan setelah itu jaman-jamannya korea lagi happening (menurut saya) Yak. Film drama korea Boys Before Flower lah yang membuat saya jatuh hati. <3 hihihi. Gak pernah ketinggalan setiap pulang sekolah selalu nonton itu. Dan maaf poster milan tadi hanya bertahan 5 bulanan semenjak kaka di madrid. Tadinya mikir gak mau lepas. Dan ingin menaruh poster BBF-Kim bum nya dilemari saja. Tapi ada sebuah kejadian, dimana kamar saya bocor dan poster poster dinding saya harus saya enyahkan.

Setiap saya ngefans smua ada kisahnya. Dan lewat mereka masa muda saya lebih berwarna. Semakin kesini semakin memilih dan mulai hijrah dari kebiasaan jahiliyah ke kebiasaan yang positif. Lewat madrashalihat lah saya diperkenalkan dengan dunia baru. Pertama saya adalah follower dan pemerhati karya ustadz Felix Siauw, kemudian wallahu a'lam saya bertemu dng teman saya yang sudah berhijab yaitu ukhti Yana. Saya diajak ikut kajian. Saya fikir itu kajian biasa.. seperti yang biasa saya ikuti bulanan di Istiqlal. Tapi saya salah. Ini sungguh kajian luar biasa. Waktu itu bulan februari. Pesertanya belum sebanyak sekarang. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan orang baik. Semakin kesini saya banyak belajar. Semakin belajar saya semakin merasa bodoh. Selama ini yang saya kejar adalah urusan dunia saja. Saya mengabaikan akhirat saya. Padahal hidup ini adalah jembatan. Dan akhirat adalah tujuan. Dari jembatan itu ada dua jalan menuju dua arah. Neraka atau Syurga. Tentu yang kita inginkan adalah Syurga. Tapi apa yang sudah kita persiapkan untuk merengkuhnya? Belum ada apa apanya. Maka dari itu saya kini mulai membatasi hal hal fana yang bersifat duniawi seperti itu. Mungkin tidak 100% saya tinggalkan begitu saja. Tapi step by step, bukan meninggalkan begitu saja. Tapi mengganti kebiasaan ke hal yg bersifat rohani.

Ada salah satu hadits yang saat saya membacanya, saya mengingat masalalu saya diatas tadi. Rasulullah SAW bersabda
" Anta Ma'a Man Ahbabta"
Seseorang akan bersama dengan orang yg ia cintai (H.R. Muslim)

Begitu kalau tidak salah bunyinya. (Mohon koreksi jika ada salah). Saya mencintai Allah dan Rasul, dan saya ingin bersama mereka. Hati kecil saya langsung berucap seperti itu. Tapi apa yang sudah saya persiapkan? Tentulah belum ada apa apanya dengan para shohabat yg dijamin syurga. Maka dari itu saya berusaha dan terus berusaha untuk lebih baik lagi. Saya juga ingin bersama dengan keluarga saya, orang yg saya kasihi.. Maka dari itu saya tiada lelah untuk terus mendoakan mereka supaya bersama sama istiqomah dijalan Allah.
Yaa Muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diniik
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)