Langsung ke konten utama

Teruntuk Bidadari Jelita

Minggu itu, tepat tanggal 23 Februari 2014 telah dilangsungkan pernikahan antara seorang perempuan cantik dan pria tampan. Perempuan itu adalah sosok bidadari menurutku. Sosok yang hanya dengan melihat parasnya terpancar lah seluruh auranya. Namun tidak dengan masalalunya. Perempuan cantik itu adalah sosok menawan yang kukagumi. Meski aku tak banyak tahu tentang kehidupannya, meski aku tak mengetahui bahkan pernah bercakap sedikitpun tentangnya, yang ku tau dia adalah sosok perempuan malang yang beruntung.

Meski ia hidup dan dibesarkan ditengah keluarga yang bukan keluarga sebenarnya, ia tetap menjadi mutiara yang keluar dari kubangan. Allah memang Maha Adil, mungkin Allah telah mengambil kasih sayang ayah kandungnya sejak ia masih dikandungan, bahkan ia juga tidak dibesarkan dengan tangan ibu kandungnya. Tapi lihatlah sekarang ia begitu mempesona setiap mata orang yang melihatnya. Ia begitu memukau, membuat orang lain iri dengan hidupnya yang penuh kasih. Padahal tanpa banyak orang lain ketahui, mungkin ia merasakan kasih yang berbeda. Mungkin ia rindu kasih sayang ibu dan ayah kandungnya. Mungkin..

Perempuan ini sungguh mengajarkan kepadaku bagaimana artinya berjuang. Bagaimana artinya menerima takdir. Meski sekejam apapun kehidupan. Tentu lah Allah punya maksud dibalik setiap kejadian. Perempuan dengan tanggal lahir serta bulan lahir yang sama denganku ini sungguh membuatku ingin berlari mengejar lalu kemudian memeluknya dengan hangat. Meskipun pelukan itu tidak dapat menggantikan sosok seorang yang ia butuhkan, tapi aku yakin dia jauh lebih tegar dibanding karang. Ia mungkin lebih baik bersama dengan keluarganya saat ini. Terima kasih Mbak ku yang ayu. Aku menyayangimu. Semoga pernikahanmu diberkahi dan dirahmati Allah. Dijadikan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Langgeng hingga maut memisahkan. Selamat ulang tahun di 13 Mei yang ke 24.. aku serasa memiliki saudara kembar. Tapi sungguh kau teramat cantik untuk ku akui sebagai kakak. Jika memang Allah menakdirkan kita untuk bertemu walau sebentar, mungkin itu adalah hari yang paling indah untukku. Barokallah My RNF

Aku bersyukur aku punya kakak. Kakak-kakak sedarah yang tampan dan cantik.. semoga kita lekas dipertemukan yaa Mas dan Mba ♡♡♡  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...