Langsung ke konten utama

Pray For Alhuda

Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Sungguh tidak menyangka saat mendengar khabar duka itu. Selasa malam yang teramat pilu mengiringi perjalanan pulang saya kerumah. Kala itu saya baru saja mengikuti acara di hotel manhattan-Borobudur sidaerah jakarta pusat. Saat perjalanan pulang saya baru mengaktifkan handphone saya. Alangkah terkejutnya mendapat broadcast message dari beberapa teman yang menginfokan bahwa telah terjadi kecelakaan bus di daerah ciater. Yang lebih mengekutkan lagi, penumpang didalamnya adalah murid yang sedang melaksanakan studytour disekitar bandung. Sungguh malang nasib mereka. Saya lebih terkejut lagi setelah melihat nama sekolah yang tertera itu tidak asing lagi untuk saya. SMA al-huda islamic education center. Sebagai alumni dari yayasan itu saya tentu sangat terkejut dan sedih. Terlebih banyak sekali informasi yang beredar mengenai jumlah korban yang tidak selamat dalam tragedi itu. Saya membayangkann macam-macam.. entah pikiran saya melayang kemana-mana. Saya jadi terbersit dalam hati. Dalam situasi apapun, kapanpun, dimanapun dan siapapun kematian tidak akan memilih milih. Ia akan datang dan menjemput dsiapapun yang sudah digariskan oleh Allah. Lalu pikiran saya kembali terbayang kala melihat foto para korban yang di broadcast tak lama berselang. Ya Allah.. siapapun menginginkan berpulang dengan khusnul khotimah. Aku pun ingin seperti itu ya Allah. Aku harap se andainya aku sekarat sekalipun aku ingin hijab ini tetap terjulur dan terus menjaga apa yang harus nya terjaga. Semoga bisa terus seperti itu hingga waktunya tiba nanti.

Kita adalah makhluk Allah, kita datang didunia ini yang sebagai jembatan menuju kehidupan yang kekal nantinya. Hingga waktu itu datang, semoga aku termasuk orang yang tetus istiqomah dan giat menimba ilmu. Aamiin. Hingga saat itu tiba aku ingin terus bermanfaat buat orang banyak.

Untuk adik-adik SMA alhuda yang sudah terlebih dahulu berpulang, semoga Allah menerika kalian semua dengan baik ditempat terbaik yang sudah Allah persiapkan. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga dilimpahkan kesabaran. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)