Langsung ke konten utama

Open Heart Dulu Yuk !

Didunia ini kita tidak punya apa-apa, jadi tak seharusnya merasa kehilangan. Seperti yang sudah Bang Tere Liye ungkapkan dalam Moga Bunda Disayang Allah : 
"Kami lahir tidak melihat, maka Allah berikan mata, kami terlahir tuli, maka Allah berikan telinga, kami terlahir bisu, maka Allah berikan mulut, kami terlahir tak bisa bergerak, maka Allah berikan kaki, bahkan meski kami lahir tanpa itu semua Allah sungguh tetap dapat membuat kami bisa melihat, bisa bicara, bisa mendengar"

Ya, Allah itu adil, meski terkadang kita tidak bisa melihat keadilan itu. Bukan karena kita tidak bisa melihat keadilan itu, tapi karna kita adalah manusia bebal. Fabiayyi 'ala irabbikuma tukadziban.. Bersyukurlah sebanyak yang kita mampu. Bersyukur atas segalah titipan yang semu dan sementara ini. Bersyukur karna Allah mempercayakan semuanya kepadamu, mempercayakan mata, telinga, mulut, kaki, dan semua ciptaanNya untuk kau jaga. Mempercayakan seluruhnya kepada sosok yang bahkan kurang untuk bersyukur seperti kita. Kepada kita yang slalu merasa kekurangan atas sgala hal yang merupakan titipan.

Ya, Allah itu maha adil. Bahkan ketika titipan itu pergi atau bahkan menghilang dari kita, Allah berjanji menggantinya dengan yang lebih baik. Hanya satu yang Allah mau, kesabaran dan kesetiaan kita padaNya, sang Illahi Robbi.. Allah Al-Karim, begitulah Sang pencipta kita. 

Bukan bermaksud menggurui, tapi kita masih sama-sama belajar memperbaiki diri dan berhijab dalam istikharah. Mempersiapkan yang baik dengan memperbaiki diri itu tidak salah bukan? Jika pada akhirnya kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka kembali lagi ingat kata-kata ini "Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi". Pasti ada hikmah dibalik semua perjalanan hidup. Ambil manfaatnya dan jadikan pelajaran kedepannya agar kita tidak menjadi manusia bebal yang hanya bisa mengeluh atas semua pemberian yang begitu melimpah ini. 

Keep trying with istiqomah.
Man Jadda Wa Jadaa
:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...