Langsung ke konten utama

Malaikat Dikala Fajar

Dia sosok kakak bagiku. Layaknya kakak kandung, ia adalah anugerah dalam hidup. Ia memberikan kasihnya serta dengan tulus menyayangiku dan keluargaku. Semua dimulai dari tempat ini. Tempatku bekerja yang tidak jauh dari rumah. Tempat kerjaku yang sederhana namun penuh cinta. Sungguh ia adalah wanita yang luar biasa. Menjadi bara dalam menyalakan api semangatku. Bukan main. Aku melihat sosok yang selama ini ku kira hanya ada dalam kisah di televisi kini nampak dihadapanku. Menegurku. Menasihatiku.
Ini bukan tentang parasnya yang cantik. Bukan pula tentang bentuk tubuhnya yang ideal. Bukan pula karna kekayaan hartanya. Ini adalah tentang kedewasaannya berfikir dan pemahamannya mengenai semangat hidup. Pemahamannya tentang arti perjuangan yang selama ini hanya mampu ku bayangkan. Hanya ada dalam anganku. Ia mampu menjadikannya sebuah benda yang tidak lagi tabu untukku. Untuk keluargaku. Sebuah benda benbentuk harapan yang seolah terasa nyata dan begitu dekat untuk aku raih.
Ia mengajarkanku untuk belajar dan terus belajar. Hingga aku mampu kuat dan bersabar. Ia mengajarkanku auntuk tekun hingga aku ikhlas dalam ketekunanku. Hingga semuanya terasa seperti makanan sehari-hari. Kebiasaan-kebiasaan baru, semangat baru. Ia benar-benar Fajar yang begitu hangat memberikanku energi untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan. Bahwa jangan karna laki-laki kita lantas menjatuhkan pengharapan. Justru kita harus bangkit dan membuktikan padanya bahwa kita lebih baik tanpanya. Sebuah sentilan kecil, tidak menyakitkan namun begitu membangunkanku dari duduk tangis yang cukup lama. Bodohnya aku membuang waktu yang begitu berharga untuk seseorang yang salah. Tapi aku bersyukur disadarkan oleh Tuhan melalui malaikat pagi hariku. Malaikat dikala fajar. Terima kasih kakakku Fajar tersayang J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)