Langsung ke konten utama

[JOGJA] Perjalanan Part 2

Ditengah perjalanan kita smua memutuskan untuk makan malam seadanya. Seadanya disini maksudnya adalah nasi goreng 2 box buat makan ber-6.. Nikmatnya luar biasa. Bukan karna makanannya tapi karna kebersamaannya. ;-) Nah untung nya mba Asih bawa roti dan yg Ladies udah siap dengan cemilannya. Jadi bisa agak mengganjal. Buat yg masih laper, mereka nambah dgn pesen mie instant dan nasi goreng di restorasi.




Pertama-tama kita gak merasakan ada yg janggal dengan kereta yang kita naiki. Lama-lama kita sadar .. kok keretanya sebentar-sebentar berhenti. Gak biasanya. Ah mungkin mau ada kereta lain yang lewat. Ini kan senja utama, mungkin yg eksekutif mau lewat, pikirku. Kamipun lelah ketawa ketiwi, akhirnya paduan suara ngorokpun dimulai. Iseng-iseng saya mengambil foto saat mereka tertidur (buat kenang-kenangan). Saat saya coba menyalakan network service (niatnya sih mau ngetwit) tapi saya mengurungkan niat karna saya terlanjur kaget melihat gps yang menunjukkan lokasi masih disekitaran bekasi. Kok ? Saya mencoba berpositif thinking.. Saya pikir gps nya salah karena signalnya minim disini. Lalu saya matikan lagi network service nya. Beberapa saat kemudian ada suara yang membangunkan saya, ternyata petugas kereta api. Mereka tiba-tiba menyodorkan pop mie dan satu botol air mineral. Sambil membenarkan posisi duduk yang sudah tidak karuan, saya bertanya. "Ini untuk apa pak?" Lalu petugas itu menjawab, mohon maaf, karena ada kereta anjlok di daerah karawang, semua  perjalanan mengalami keterlambatan. Diperkirakan akan sampai stasiun Tugu pukul 06.00 pagi." Jelas petugas KAI. Entah. Kecewa, pasrah dan bingung (seneng juga sih dapet makanan. Mhuehehe). Tapi jadwal dan rencana perjalanan kami terancam gagal. Bahkan sudah jelas gagal. Kami harus segera menelpon pak Yen (supir yang selama 3 hari akan menemani perjalanan kami). Kami harus berpuas dengan gagal menyaksikan sunrise dari puncak gunung. Tapi semuanya kami nikmati karena kebersamaan.

Sampai sekitar pukul 3 pagi baru memasuki purwokerto. Seharusnya menurut jadwal yang tertera di tiket, 2:30 adalah waktu kereta senja utama tiba di stasiun Tugu, Yogyakarta. Destinasi akhir. Semuanya sempat bangun disatu waktu untuk melaksanakan ibadah sholat shubuh. Diluar jendela masih gelap gulita. Saya bergurau, "ini gimana makan popmie kalo nggak ada airnya?" . Kemudian ka Amel menjawab "Beli di restorasi ndut". Saya menjawab "Ntar air angetnya harganya 10.000 balik modal deh =))". Tapi saya bersyukur, masih bisa menikmati sunrise diperjalanan. Alhamdulillah, tidak ada yang menandingi pemandangan disekitar rel. Indahnya.. selepas Kutoarjo, sudah terlihat pemandangan indah nan mempesona. :')




Dan akhirnya kami semua tiba pukul 06.00 pagi.. welcome to New Yorkarto. Kota pelajar, kota budaya, kota yang ramah tamah.. Selamat datang dikota kelahiranku. Jogja tercinta.. <3

Ini wajah-wajah kucel belum mandi kami :D












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)

Memaknai Wisuda

Wisuda. Jika kita membicarakan wisuda, pasti kata pertama yang ada di benak kita adalah "sarjana", "toga", "lulus", "kerja", atau "Nikah?" Hmm.. sebetulnya apa sih makna wisuda itu sendiri? Bebas? Bebas dari apa? Lulus? Lulus tes apa memangnya? Pendidikan saat ini dimaknai seolah ujian berat, bahkan ada yang memaknainya batu loncatan. Anggapannya jika tidak menempuh pendidikan maka karirnya akan segitu-gitu aja. Pendidikan tidak lagi dimaknai secara luhur sebagai kewajiban bagi setiap muslim . Kewajiban bagi setiap muslim yang artinya selama muslim tersebut hidup, maka wajib baginya menuntut ilmu. Tiada putus, tiada "lulus". Jadi sejatinya tiada kata wisuda bagi muslim sejati. Maka bagi yang sudah diwisuda dikampusnya masing-masing, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, jangan lelah belajar. Sebab kekayaan Al-Qur'an tidak akan habis digali hingga akhir jaman.    Tulisan ini sebagai pengingat diri bahwa 'wisud...