Ditengah perjalanan kita smua memutuskan untuk makan malam seadanya. Seadanya disini maksudnya adalah nasi goreng 2 box buat makan ber-6.. Nikmatnya luar biasa. Bukan karna makanannya tapi karna kebersamaannya. ;-) Nah untung nya mba Asih bawa roti dan yg Ladies udah siap dengan cemilannya. Jadi bisa agak mengganjal. Buat yg masih laper, mereka nambah dgn pesen mie instant dan nasi goreng di restorasi.
Pertama-tama kita gak merasakan ada yg janggal dengan kereta yang kita naiki. Lama-lama kita sadar .. kok keretanya sebentar-sebentar berhenti. Gak biasanya. Ah mungkin mau ada kereta lain yang lewat. Ini kan senja utama, mungkin yg eksekutif mau lewat, pikirku. Kamipun lelah ketawa ketiwi, akhirnya paduan suara ngorokpun dimulai. Iseng-iseng saya mengambil foto saat mereka tertidur (buat kenang-kenangan). Saat saya coba menyalakan network service (niatnya sih mau ngetwit) tapi saya mengurungkan niat karna saya terlanjur kaget melihat gps yang menunjukkan lokasi masih disekitaran bekasi. Kok ? Saya mencoba berpositif thinking.. Saya pikir gps nya salah karena signalnya minim disini. Lalu saya matikan lagi network service nya. Beberapa saat kemudian ada suara yang membangunkan saya, ternyata petugas kereta api. Mereka tiba-tiba menyodorkan pop mie dan satu botol air mineral. Sambil membenarkan posisi duduk yang sudah tidak karuan, saya bertanya. "Ini untuk apa pak?" Lalu petugas itu menjawab, mohon maaf, karena ada kereta anjlok di daerah karawang, semua perjalanan mengalami keterlambatan. Diperkirakan akan sampai stasiun Tugu pukul 06.00 pagi." Jelas petugas KAI. Entah. Kecewa, pasrah dan bingung (seneng juga sih dapet makanan. Mhuehehe). Tapi jadwal dan rencana perjalanan kami terancam gagal. Bahkan sudah jelas gagal. Kami harus segera menelpon pak Yen (supir yang selama 3 hari akan menemani perjalanan kami). Kami harus berpuas dengan gagal menyaksikan sunrise dari puncak gunung. Tapi semuanya kami nikmati karena kebersamaan.
Sampai sekitar pukul 3 pagi baru memasuki purwokerto. Seharusnya menurut jadwal yang tertera di tiket, 2:30 adalah waktu kereta senja utama tiba di stasiun Tugu, Yogyakarta. Destinasi akhir. Semuanya sempat bangun disatu waktu untuk melaksanakan ibadah sholat shubuh. Diluar jendela masih gelap gulita. Saya bergurau, "ini gimana makan popmie kalo nggak ada airnya?" . Kemudian ka Amel menjawab "Beli di restorasi ndut". Saya menjawab "Ntar air angetnya harganya 10.000 balik modal deh =))". Tapi saya bersyukur, masih bisa menikmati sunrise diperjalanan. Alhamdulillah, tidak ada yang menandingi pemandangan disekitar rel. Indahnya.. selepas Kutoarjo, sudah terlihat pemandangan indah nan mempesona. :')
Dan akhirnya kami semua tiba pukul 06.00 pagi.. welcome to New Yorkarto. Kota pelajar, kota budaya, kota yang ramah tamah.. Selamat datang dikota kelahiranku. Jogja tercinta.. <3
Ini wajah-wajah kucel belum mandi kami :D
Pertama-tama kita gak merasakan ada yg janggal dengan kereta yang kita naiki. Lama-lama kita sadar .. kok keretanya sebentar-sebentar berhenti. Gak biasanya. Ah mungkin mau ada kereta lain yang lewat. Ini kan senja utama, mungkin yg eksekutif mau lewat, pikirku. Kamipun lelah ketawa ketiwi, akhirnya paduan suara ngorokpun dimulai. Iseng-iseng saya mengambil foto saat mereka tertidur (buat kenang-kenangan). Saat saya coba menyalakan network service (niatnya sih mau ngetwit) tapi saya mengurungkan niat karna saya terlanjur kaget melihat gps yang menunjukkan lokasi masih disekitaran bekasi. Kok ? Saya mencoba berpositif thinking.. Saya pikir gps nya salah karena signalnya minim disini. Lalu saya matikan lagi network service nya. Beberapa saat kemudian ada suara yang membangunkan saya, ternyata petugas kereta api. Mereka tiba-tiba menyodorkan pop mie dan satu botol air mineral. Sambil membenarkan posisi duduk yang sudah tidak karuan, saya bertanya. "Ini untuk apa pak?" Lalu petugas itu menjawab, mohon maaf, karena ada kereta anjlok di daerah karawang, semua perjalanan mengalami keterlambatan. Diperkirakan akan sampai stasiun Tugu pukul 06.00 pagi." Jelas petugas KAI. Entah. Kecewa, pasrah dan bingung (seneng juga sih dapet makanan. Mhuehehe). Tapi jadwal dan rencana perjalanan kami terancam gagal. Bahkan sudah jelas gagal. Kami harus segera menelpon pak Yen (supir yang selama 3 hari akan menemani perjalanan kami). Kami harus berpuas dengan gagal menyaksikan sunrise dari puncak gunung. Tapi semuanya kami nikmati karena kebersamaan.
Sampai sekitar pukul 3 pagi baru memasuki purwokerto. Seharusnya menurut jadwal yang tertera di tiket, 2:30 adalah waktu kereta senja utama tiba di stasiun Tugu, Yogyakarta. Destinasi akhir. Semuanya sempat bangun disatu waktu untuk melaksanakan ibadah sholat shubuh. Diluar jendela masih gelap gulita. Saya bergurau, "ini gimana makan popmie kalo nggak ada airnya?" . Kemudian ka Amel menjawab "Beli di restorasi ndut". Saya menjawab "Ntar air angetnya harganya 10.000 balik modal deh =))". Tapi saya bersyukur, masih bisa menikmati sunrise diperjalanan. Alhamdulillah, tidak ada yang menandingi pemandangan disekitar rel. Indahnya.. selepas Kutoarjo, sudah terlihat pemandangan indah nan mempesona. :')
Dan akhirnya kami semua tiba pukul 06.00 pagi.. welcome to New Yorkarto. Kota pelajar, kota budaya, kota yang ramah tamah.. Selamat datang dikota kelahiranku. Jogja tercinta.. <3
Ini wajah-wajah kucel belum mandi kami :D




Komentar
Posting Komentar