Langsung ke konten utama

[JOGJA] Perjalanan

Saya mau nge-share pengalaman waktu liburan ke Jogja beberapa hari lalu, perjalanan dimulai dari pukul 16:00 WIB. Saya berlibur bersama kelima sahabat saya yaitu Mba Asih, Ka Amel, Mas Anto, Ka Adhan dan Ka Aga. Kami berencana liburan dari akhir tahun lalu. Entah kenapa yang tercetus sebagai destinasi pertama adalah Jogja, kota kelahiranku. Kami sudah pesan tiket kereta dari awal tahun. Hari ini hari jumat yang biasa kami lakukan di hari jumat yang terkenal padat dengan deadline laporan adalah bergulat dengan waktu untuk menyelesaikan laporan sekilat mungkin.

Kebetulan hari itu juga adalah akhir bulan dimana batas akhir pelaporan SPT PPh 21. Saya kebetulan menemani Mas Vito yang biasa melaporkan SPT. Niatnya sih supaya cepat selesai saya dan Mas Vito berbagi Tugas untuk melaporkan. Sampai di detik-detik yang harusnya saya dan teman-teman berangkat, saya masih berada di KPP. alhasil saya harap-harap cemas sembari menunggu Bukti Lapor dari KPP. Lalu selesai sudah pelaporannya. Saya kembali ke kantor yang jaraknya tidak cukup jauh dari KPP dengan terburu-buru. Benar saja, teman-teman yang lain sudah siap dengan berlengkapan dan ranselnya. Seperti biasa, saya hanya bisa nyengir. hehe.. Saya membereskan pekerjaan saya sebentar, lalu sholat dan packing barang-barang yang masih diluar.

Makanan, cemilan dan minuman sudah dihandle oleh kak Amel saat saya ke KPP. Big thanks to ka Amel :*.

Dan kami siap jalan sekarang .. yeei. ini tas-tas kami.. :3
Sebelum berangkat yang ladies perpisahan dulu sama mba Yeni dan Cha-cha yang berhalangan ikut . Narsis everywhere.. :p



Nah, saat kami berangkat, kami hanya berlima. karena ka Adhan masih galau mau ikut atau nggak. Soalnya tugas kuliahnya harus dikumpulin maksimal tgl. 31 Maret. Nah dia lagi konspirasi hati tuh memikirkan tugas :D Kita biarkan dia mikir dulu. Katanya sih kalo sampe jam 6 dia gak dateng, ya tinggal aja. 

Nah kita jalan ke depan buat cari taksi. Untuk penghematan kita berlima naik dalam satu taksi. berhubung kita semua berpostur mungil dan unyu (*kecuali mas Anto hehe). Kecemasannya gak cuma tadi di KPP ternyata. Tapi berlanjut sampai di perjalanan menuju Stasiun Senen. Bayangkan! Jam 18:00 Kita masih dijalan. huhu

Sampai di stasiun saat kumandang adzan magrib, Mba Asih, Mas Anto dan Ka AGa menunaikan Ibadah Sholat Maghrib, sedangkan saya memutuskan untuk menunaikannya diatas kereta, sembari menuju ke loket pemeriksaan tiket untuk melakukan nego ke petugasnya untuk menunggu Ka Adhan sampai muncul. Dan disaat kita semua kelabakan menunggu ka Adhan yang belum muncul juga batang hidungnya, ternyata kita baru sadar kalau satu bungkusan yang berisi 3 box nasi goreng sebagai bekal kita di atas kereta lenyap entah kemana. 

Saat ka Aga kembali dari sholatnya, dia sepertinya mengakui kalau kekhilafannya itu yang menyebabkan nasi goreng kita tertinggal. Jadi begini kronologisnya. Mungkin, ketika ka Aga buka bagasi dan menaruh tasnya ke bagasi, sementara tentengannya ditaruh di jalanan (kolong taksi) setelah itu dia lupa. Haishh.. sudahlah, lupakan yang ini.

Kembali ke Ka Adhan yang belum kunjung datang. Setelah menimbang baik buruknya, aishh.. Kita Memutuskan untuk menaiki kereta dan menitipkan tiket ka Adhan di petugas loket masuk. Setelah menyusuri koridor kereta yang terasa begitu sempit untuk dilewati, dengan nafas terengah-engah kita sampai ditempat duduk, menaikkan barang-barang kemudian menunggu dengan harap dan cemas. Tiba tiba kereta bergerak. pertanda akan dimulainya perjalanan. Saat kereta mulai perlahan berjalan diatas rel, kita semua sudah mengikhlaskan ka Adhan. Sempat terbersit ucapan ka Aga, katanya kalau Adhan datang, it's miracle. Tapi .. lihat. diujung sana miracle itu hadir. Mba Asih melihat ka Adhan lari-larian di lorong.

Alhamdulillah.. Setelah dia sampai ditempat duduk dengan tergopoh-gopoh dan keringat mengucur dimana-mana, kita smua bisa tersenyum lega. Kemudian perjalanan panjang ini dimulai dengan tawa di bangku kereta. Dalam tidurpun masih ada gelak tawa didalamnya. 

=))



























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walimah Sahabat Tercinta

Allah memberikan anugerah kepada kita berupa rasa cinta dan kasih kepada sesama manusia, sudah sepatutnya kita menjalani anugerah itu dengan cara yang Allah cintai pula. Menikah. Walimatul ‘ursy yang syar’i tentulah menjadi dambaan kita semua. Belum lama ini saya punya pengalaman yang luar biasa. Izinkan saya membaginya dengan kalian semua. Seminggu yang lalu, saya dan teman-teman Madrashalihat menjadi panitia di pernikahan Mba Dita dan Mas Aris. Acaranya berlangsung di Masjid Jami Bintaro. Untuk menuju lokasi kita melakukan konvoi dengan mobil dan motor. Dua jam sebelum acara dimulai, yaitu jam 6 pagi kita sudah berkumpul dengan dresscode hijau – ungu. Karena prepare dan koordinasi, alhasil jam 7 pagi kita baru berangkat. Ketika sampai dilokasi, dekorasi nya sudah terpasang dengan tema warna hijau. Akad nikah sudah hampir dimulai, mempelai pria dan keluarga sudah berbaris rapi untuk acara serah terima seserahan. Sedangkan mempelai perempuan ‘disembunyikan’ diruang tertutup d...

Me & Flower

Bunga. Ciptaan Tuhan yang satu ini emang paling mempesona. Kalo lihat sekumpulan bungan itu rasanya tenang, damai, dan merasa jadi bagian dari mereka (statement yg terakhir jangan diambil hati yaa *intermezzo*.. wkwk). Ya, bahkan dalam lukisan pun bunga masih menunjukkan pesonanya. Warnanya, bentuknya, wanginya, semuanya mempesona. Satu bunga yang masih bikin penasaran adalah bunga Edelweis, Bunga Keabadian.. Adanya dipuncak gunung, dan karna ngedapetinnya perlu perjuangan ke puncak gunung, bunga ini jadi salah satu bunga yang special.. Berharap suatu saat bisa hiking dan memetik bunga itu .. :D #hope

Love You, Mom

Kasih sayang seorang ibu itu tiada dapat ditebus dengan apapun. Walaupun kita sudah membahagiakannya pun rasanya masih belum bisa membalas semua jasa-jasanya.. Kadang, khilaf selalu menyelimuti diri kita hingga terlontar kata kata yang harusnya tidak keluar.. Tapi ibu tetap bersabar dan tersenyum, maka tak salah jika menyebut kasih sayangnya sepanjang masa.. Itu benar adanya.. ketika kau sakit, lihatlah ia, ia juga sakit memikirkan kita, anaknya.. ia tak tidur untuk menjaga kita. ketika jatuh ia siap memberikan dekapan dan pelukannya untuk kita.. Ketika tersakiti, ia siap dengan pangkuan hangatnya dan membelai rambut kita.. Ia selalu menasihatimu, memberikan yang terbaik untukmu.. Bahagiakan Ibu kita, maka kita akan bahagia dengan Restunya. :)